Berita Internasional
Rusia Blokir Snapchat dan Roblox, Tuduh Dipakai untuk Aktivitas Ekstremisme dan Terorisme
Badan pengawas internet dan media Rusia, Roskomnadzor, kembali memperketat kontrol ruang digital negara tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/APLIKASI-Rusia-kembali-memperketat-kontrol-ruang.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Badan pengawas internet dan media Rusia, Roskomnadzor, kembali memperketat kontrol ruang digital negara tersebut.
Pekan ini, mereka mengumumkan pemblokiran terhadap dua platform populer, Snapchat dan Roblox.
Otoritas resmi negara terbesar di dunia itu menuduh bahwa keduanya digunakan untuk aktivitas “ekstremis dan teroris.”
Roskomnadzor pada Kamis menyatakan bahwa pihaknya secara resmi memblokir Snapchat, meski aplikasi itu sebenarnya sudah tidak dapat diakses sejak 10 Oktober.
Dalam pernyataannya, yang dikutip media pemerintah, lembaga tersebut menuding Snapchat dimanfaatkan untuk mengorganisir dan melancarkan aksi teror, merekrut pelaku, serta melakukan penipuan dan kejahatan lain terhadap warga Rusia.
Baca juga: Calon Lawan Pertama Meksiko di Piala Dunia 2026, Ini Daftar 11 Kandidatnya
Sehari sebelumnya, regulator tersebut mengeluarkan pengumuman serupa terkait Roblox.
Platform gim yang sangat populer di kalangan anak muda itu dituduh memungkinkan penyebaran propaganda yang dianggap mendukung aktivitas ekstremis atau teroris.
Roskomnadzor juga menuduh Roblox digunakan untuk menyebarkan “informasi LGBT,” yang menurut hukum Rusia dikategorikan sebagai konten ekstremis.
Tidak berhenti di sana, pada Kamis Roskomnadzor juga mengumumkan akan memberlakukan “tindakan pembatasan” pada layanan panggilan video FaceTime milik Apple.
Media pemerintah TASS melaporkan bahwa badan tersebut menuduh FaceTime digunakan untuk mengoordinasikan aksi teror, merekrut pelaku, serta melakukan penipuan dan kejahatan lainnya.
Menanggapi tuduhan tersebut, juru bicara Roblox mengatakan kepada Business Insider bahwa perusahaan memiliki “komitmen mendalam terhadap keselamatan” dan terus mengambil langkah proaktif untuk mendeteksi dan mencegah konten berbahaya di platform mereka.
“Kami menghormati regulasi lokal di setiap negara tempat kami beroperasi dan percaya Roblox menyediakan ruang positif untuk belajar, berkarya, dan terhubung secara bermakna bagi semua orang,” ujarnya.
Pada 2022, CEO Roblox Dave Baszucki pernah menyampaikan bahwa Rusia menyumbang sekitar dua juta pengguna aktif harian, dibandingkan dengan 11 juta pengguna di Amerika Serikat.
Sementara itu, Apple dan Snap Inc. belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar yang dikirim Business Insider di luar jam kerja.
Sejak invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina dimulai, pemerintah Rusia semakin memperketat regulasi internet. Berbagai platform internasional, termasuk WhatsApp, Instagram, dan Signal, menghadapi pembatasan atau pemblokiran.
| Mayoritas Senat Dukung Trump, Hasilnya Amerika Bisa Lanjutkan Serangan ke Iran |
|
|---|
| Ledakan Guncang Ibukota Iran di Hari Kelima Perang dengan Amerika, Serangan Terjadi saat Fajar |
|
|---|
| Terungkap! CCTV Iran Diretas untuk Lacak Rute Harian Ali Khamenei Sebelum 30 Rudal Ditembakkan |
|
|---|
| Fantastis! Amerika Rugi Rp 12 Triliun Hanya dalam 24 Jam Serang Iran, Ini Rincian Biayanya |
|
|---|
| Serangan Udara Hantam Ibu Kota Iran, Amerika Serikat Disebut Turut Terlibat |
|
|---|