Berita Internasional
Puluhan Konser Musisi Jepang Batal Digelar di China Imbas Konflik Beijing–Tokyo
Puluhan konser musisi Jepang di berbagai kota di China tiba-tiba dibatalkan di tengah memanasnya sengketa diplomatik Beijing–Tokyo,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/BAND-JEPANG-Seluruh-pertunjukan-grup-music-Jepang-di-China.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Internasional -- Puluhan konser musisi Jepang di berbagai kota di China tiba-tiba dibatalkan di tengah memanasnya sengketa diplomatik Beijing–Tokyo, yang kini merembet hingga ke ranah budaya dan hiburan.
Menurut laporan Reuters, pihak berwenang serta operator venue di Beijing, Shanghai, Guangzhou, dan sejumlah kota besar lainnya, diperintahkan untuk menghentikan pertunjukan musisi Jepang yang masih berjalan dan menangguhkan seluruh pengajuan acara baru.
Hampir selusin konser menjadi korban keputusan mendadak tersebut.
Para penggemar penyanyi Jepang Kokia menjadi salah satu yang pertama merasakan dampaknya.
Baca juga: Trump Kerahkan Tim Diplomatik Top, Pembahasan Perdamaian Ukraina-Rusia Makin Dekat Titik Temu
Konser Kokia di Beijing yang dijadwalkan Rabu malam dibatalkan dengan alasan “masalah teknis di menit terakhir”, menurut laporan South China Morning Post.
“Semua orang sudah antre sampai waktu mulai, tetapi kami tetap tidak diizinkan masuk. Setelah itu, tim Kokia muncul dan mengatakan band sudah siap, tapi venue tidak mengizinkan mereka tampil,” tulis sebuah unggahan pengguna di platform RedNote, dikutip Reuters.
Pembatalan itu hanya salah satu dari beberapa kejadian serupa sepanjang awal bulan ini.
Di Guangzhou, konser yang menampilkan tiga anggota grup boyband Jepang JO1 dijadwalkan tampil akhir bulan ini, tetapi dibatalkan tanpa penjelasan selain alasan “force majeure”.
Tur Tiongkok rapper Jepang KID FRESINO juga ditunda tanpa batas waktu pada Jumat.
Di Shanghai, festival komedi tiga hari yang melibatkan belasan komedian Jepang dibatalkan dua hari sebelum pembukaan.
Sementara itu di Beijing, konser musisi jazz senior Yoshio Suzuki dibatalkan setelah polisi menghentikan acara sesaat sebelum dimulai, dengan alasan acara yang melibatkan artis Jepang tidak boleh dilanjutkan.
"Polisi memerintahkan malam ini dibatalkan," kata Christian Petersen-Clausen, agen musik yang telah mengatur sekitar 70 konser di China dalam 12 bulan terakhir.
Pemicu Ketegangan: Pernyataan PM Jepang soal Taiwan
Gelombang pembatalan ini muncul setelah pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi yang mengatakan bahwa serangan China terhadap Taiwan yang mengancam keselamatan Jepang dapat memicu respons militer Tokyo.
China menganggap Taiwan sebagai provinsi yang harus disatukan kembali, bila perlu dengan kekuatan militer, dan belakangan meningkatkan tekanan militer di sekitar wilayah tersebut.
Selama ini Jepang menerapkan “strategic ambiguity” mengenai langkah yang akan diambil bila China menyerang Taiwan, strategi yang serupa dengan pendekatan Washington, namun komentar PM Takaichi dianggap sebagai perubahan kebijakan yang agresif.
Beijing menuntut Tokyo menarik kembali pernyataan tersebut dan mengeluarkan imbauan agar warga China tidak bepergian ke Jepang, yang memicu lonjakan pembatalan perjalanan dan mengancam ekonomi Jepang.
Selain itu, China juga mengumumkan larangan total impor produk laut Jepang minggu ini.
Dampak Merambah ke Film dan Industri Hiburan Lain
Tidak hanya konser, rilis film Jepang di China juga terdampak. Penayangan perdana film komedi Cells at Work! yang harusnya tayang Sabtu ditunda.
Film animasi Crayon Shinchan the Movie: Super Hot! The Spicy Kasukabe Dancers yang dijadwalkan awal Desember juga ditunda.
Sementara itu, ketegangan juga merembet ke industri budaya di Jepang. Lebih dari 70.000 orang menandatangani petisi menuntut agar grup K-pop Aespa, yang memiliki member asal China Ningning, dikeluarkan dari acara musik tahunan NHK Kōhaku Uta Gassen.
Sebuah unggahan Ningning berupa foto lampu berbentuk jamur di aplikasi Bubble juga menuai kritik karena dianggap memicu ingatan tragedi bom atom Hiroshima.
(*)
| Presiden Amerika Donald Trump Heran Iran tak Juga Menyerah Padahal Diancam |
|
|---|
| Presiden Meksiko Tetap Percaya Diri Sambut Piala Dunia Meski Kartel Narkoba Mengamuk |
|
|---|
| Putusan Mahkamah Agung Gagalkan Tarif Darurat, Trump Balas dengan Skema 10 Persen |
|
|---|
| Mantan Presiden Korea Selatan Dijatuhi Hukuman Seumur Hidup atas Upaya Kudeta |
|
|---|
| Lovers Arch Ambruk, Ikon Romantis Italia Tinggal Kenangan Diterjang Cuaca Ekstrem |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.