Berita Internasional
Beijing Punya Jurus Baru, Amerika Kini Merasakan Efeknya Sendiri!
Ketegangan dagang antara China dan Amerika Serikat kembali memanas. Kali ini, Beijing tampak meminjam “buku strategi” Washington sendiri
TRIBUNGORONTALO.COM — Ketegangan dagang antara China dan Amerika Serikat kembali memanas.
Kali ini, Beijing tampak meminjam “buku strategi” Washington sendiri untuk membalas kebijakan dagang Negeri Paman Sam.
Langkah terbaru itu terlihat dari kebijakan ekspor logam langka (rare earths) yang kini semakin ketat.
Pemerintah China akan mewajibkan perusahaan asing memperoleh izin khusus dari Beijing sebelum mengekspor produk yang mengandung bahan langka asal China, bahkan meski hanya dalam jumlah kecil.
Baca juga: Trump Desak Zelensky Serahkan Wilayah ke Rusia, Ukraina Langsung Murung
Kebijakan ini langsung membuat banyak perusahaan teknologi dunia waspada.
Sebab, logam langka China digunakan dalam berbagai produk penting seperti ponsel pintar, mobil listrik, jet tempur, hingga rudal.
Menurut analis perdagangan internasional Jamieson Greer, aturan baru itu membuat China “memegang kendali atas rantai pasok global di sektor teknologi.”
“China kini bisa menentukan siapa yang boleh mengekspor, bahkan ke negara ketiga. Ini hampir sama dengan kebijakan ekspor Amerika sendiri,” ujarnya.
Langkah Beijing ini dianggap sebagai pembalasan halus terhadap kebijakan perdagangan Amerika Serikat, terutama sejak pemerintahan Donald Trump kembali menaikkan tarif impor produk asal China.
Para pengamat menyebut, China kini meniru taktik Amerika, seperti pembatasan ekspor, daftar entitas bermasalah, hingga sanksi bagi perusahaan asing yang dianggap mengancam keamanan nasional.
“China belajar langsung dari pengalaman,” kata Neil Thomas, peneliti di Asia Society Policy Institute.
“Beijing meniru gaya Washington karena melihat sendiri seberapa efektif strategi itu menekan ekonomi dan politik China di masa lalu.”
Sejak awal 2025, hubungan dagang kedua negara memang kembali tegang.
Washington menaikkan tarif impor hingga 125 persen untuk beberapa produk China.
Sebagai balasan, Beijing menambah daftar perusahaan Amerika yang dilarang berbisnis di China dan membatasi ekspor logam penting seperti tungsten, bismuth, dan molybdenum.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/JURUS-CHINA-Jurus-baru-China-menyerang-Amerika.jpg)