Berita Internasional
Trump Desak Zelensky Serahkan Wilayah ke Rusia, Ukraina Langsung Murung
Pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Gedung Putih pada Jumat waktu setempat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PRESIDEN-AS-Donald-Trump-saat-diwawanarai-di-Bandara.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Gedung Putih pada Jumat waktu setempat berlangsung menegangkan.
Menurut dua sumber yang mengetahui isi pertemuan tersebut, Trump mendesak Zelensky untuk menyerahkan sebagian wilayah Ukraina kepada Rusia, usulan yang membuat delegasi Ukraina kecewa.
Dalam pembicaraan itu, Trump juga menolak memberikan rudal jarak jauh Tomahawk kepada Ukraina.
Bahkan, ia sempat menyebut kemungkinan memberi jaminan keamanan kepada Kyiv dan Moskow secara bersamaan, hal yang dinilai membingungkan oleh pihak Ukraina.
“Trump tampak mendorong kompromi yang menguntungkan Rusia. Delegasi Ukraina pulang dengan rasa kecewa,” ujar sumber yang enggan disebutkan namanya, dikutip dari The Financial Times.
Usai pertemuan, Trump menyerukan gencatan senjata di garis pertempuran saat ini, dan posisi itu kemudian diulang oleh Zelensky dalam pernyataannya kepada publik.
Seorang sumber ketiga mengatakan, Trump mengajukan gagasan tersebut setelah Zelensky menolak untuk menyerahkan wilayah mana pun kepada Moskow secara sukarela.
Dalam komentarnya di pesawat kepresidenan Air Force One pada Minggu (waktu AS), Trump menegaskan kembali pendiriannya:
“Kami pikir yang seharusnya mereka lakukan adalah berhenti di garis tempur saat ini. Sisanya akan sangat sulit dinegosiasikan kalau masih saling berebut wilayah,” katanya.
Saat ditanya apakah ia meminta Ukraina menyerahkan seluruh wilayah Donbas kepada Rusia, Trump menjawab tidak.
“Biarkan saja seperti sekarang. Saya pikir sekitar 78 persen wilayah itu sudah dikuasai Rusia,” katanya.
“Mereka bisa menegosiasikan hal lain nanti.”
Pertemuan tersebut disebut sebagai kekecewaan besar bagi Zelensky, yang berharap bisa meyakinkan Trump untuk mengirim rudal Tomahawk jarak jauh, senjata yang dapat menjangkau sasaran jauh di dalam wilayah Rusia.
Alih-alih mendapat dukungan militer tambahan, Zelensky justru dihadapkan pada tekanan untuk menerima status quo pertempuran yang saat ini lebih menguntungkan Rusia.
Laporan awal mengenai isi pembicaraan Trump dan Zelensky ini pertama kali diungkap oleh The Financial Times pada Minggu (19/10/2025).
(*)
| Serangan Udara Hantam Ibu Kota Iran, Amerika Serikat Disebut Turut Terlibat |
|
|---|
| Presiden Amerika Donald Trump Heran Iran tak Juga Menyerah Padahal Diancam |
|
|---|
| Presiden Meksiko Tetap Percaya Diri Sambut Piala Dunia Meski Kartel Narkoba Mengamuk |
|
|---|
| Putusan Mahkamah Agung Gagalkan Tarif Darurat, Trump Balas dengan Skema 10 Persen |
|
|---|
| Mantan Presiden Korea Selatan Dijatuhi Hukuman Seumur Hidup atas Upaya Kudeta |
|
|---|