Jumat, 13 Maret 2026

Berita Internasional

Trump Klaim India Setop Beli Minyak Rusia, Rahul Gandhi Sindir Modi: Takut pada AS?

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa Perdana Menteri India Narendra Modi telah sepakat untuk menghentikan pembelian

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Trump Klaim India Setop Beli Minyak Rusia, Rahul Gandhi Sindir Modi: Takut pada AS?
x.com
KONFERENSI -- Donald Trump, Presiden AS, menjawab terkait hubungannya dengan India. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa Perdana Menteri India Narendra Modi telah sepakat untuk menghentikan pembelian minyak dari Rusia.

Pernyataan itu disampaikan Trump pada Rabu, waktu setempat dan dilaporkan oleh Reuters.

Trump mengatakan kepada wartawan bahwa ia telah menerima jaminan langsung dari Modi bahwa India akan menghentikan pembelian minyak Rusia dalam waktu dekat, yang ia sebut sebagai langkah besar.

“Sekarang saya harus membuat China melakukan hal yang sama,” ujar Trump di Ruang Oval, dikutip Reuters.

Namun, Trump mengakui bahwa India tidak bisa menghentikan pengiriman minyak secara langsung.

Ia menyebut bahwa perubahan tersebut akan melalui sedikit proses, tapi proses itu akan segera selesai.

Hingga kini, pemerintah India belum memberikan pernyataan resmi menanggapi klaim Presiden Trump tersebut.

Kritik dari Oposisi India

Pemimpin oposisi dari Partai Kongres, Rahul Gandhi, langsung menanggapi pernyataan itu dengan nada sinis.

Ia menuduh bahwa pernyataan Trump menunjukkan bahwa Modi “takut” terhadap presiden Amerika Serikat.

Gandhi mempertanyakan mengapa Modi membiarkan Trump “mengambil keputusan dan mengumumkan bahwa India tidak akan membeli minyak dari Rusia.”

Pernyataan Trump muncul di tengah hubungan yang memanas antara New Delhi dan Washington, terutama setelah Amerika Serikat memberlakukan tarif resiprokal atas produk-produk India dan sanksi tambahan terhadap impor minyak Rusia.

Trump berulang kali menuduh bahwa pembelian minyak oleh India ikut membantu mendanai perang Rusia di Ukraina.

Saat ini, tarif gabungan terhadap India telah mencapai 50 persen. Tarif sebesar 25 persen diberlakukan pada 7 Agustus sebagai kebijakan timbal balik, dan tambahan 25 persen lagi diterapkan pada 27 Agustus sebagai bentuk sanksi.

Pemerintah India menilai langkah AS tersebut sebagai keputusan yang “sangat disayangkan”, mengingat banyak negara lain juga melakukan tindakan serupa demi kepentingan nasional masing-masing.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Jumat, 13 Maret 2026 (23 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:30
Subuh 04:40
Zhuhr 12:01
‘Ashr 15:06
Maghrib 18:04
‘Isya’ 19:12

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved