Rabu, 25 Maret 2026

Berita Internasional

Donald Trump Marahi Jurnalis Gara-gara Pertanyaan soal Kekayaan, Ancam Lapor PM Albanese

Presiden Amerika Serikat Donald Trump terlibat adu mulut panas dengan seorang jurnalis Australia ketika ditanya soal bisnis keluarganya.

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Donald Trump Marahi Jurnalis Gara-gara Pertanyaan soal Kekayaan, Ancam Lapor PM Albanese
FOX NEWS TV
DONALD TRUMP - Presiden Amerika, Donald Trump saat meladeni wawancara dengan sejumlah jurnalis hingga insiden marahi jurnalis Australia terjadi. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump terlibat adu mulut panas dengan seorang jurnalis Australia ketika ditanya soal bisnis keluarganya.

Peristiwa itu terjadi di halaman Gedung Putih saat Trump hendak berangkat menuju kunjungan kenegaraan ke Inggris.

Pertanyaan dilontarkan John Lyons, editor kawasan Amerika untuk stasiun ABC (Australian Broadcasting Corporation).

Ia menanyakan seberapa besar Trump bertambah kaya sejak kembali menjabat sebagai presiden pada Januari tahun ini.

Baca juga: Arab Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan Bersama, Sinyal Keras ke Israel dan Iran

Trump awalnya menjawab singkat: “Saya tidak tahu.”

Ia menegaskan bahwa kini urusan bisnis keluarga ditangani anak-anaknya. 

“Sebagian besar kesepakatan bisnis yang saya buat sudah dilakukan sebelumnya. Inilah yang saya lakukan sepanjang hidup, saya membangun gedung-gedung,” ujarnya.

Namun, suasana memanas ketika Lyons bertanya apakah pantas seorang presiden AS tetap menjalankan bisnis dari Gedung Putih.

Trump dengan cepat membantah: “Saya sebenarnya tidak. Anak-anak saya yang menjalankannya.”

Saat tahu Lyons berasal dari Australia, Trump melontarkan tudingan:
“Menurut saya, Anda sangat merugikan Australia sekarang. Mereka (pemerintah Australia) ingin berhubungan baik dengan saya. Anda tahu, pemimpin Anda akan segera bertemu dengan saya. Saya akan memberitahunya tentang Anda. Anda sudah membuat nada yang buruk. Anda bisa bersikap lebih manis.”

Ketika Lyons mencoba melanjutkan pertanyaan, Trump meletakkan telunjuk di bibir lalu berkata: “Diam.”

Tak lama kemudian, akun resmi media sosial Gedung Putih membagikan video interaksi itu dengan keterangan: “Trump smacks down a rude foreign Fake News loser” (Trump menegur keras pecundang berita palsu asing yang kasar).

Pertemuan Trump–Albanese

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese memang sudah lama berupaya bertemu dengan Trump.

Pertemuan yang sedianya berlangsung di sela KTT G7 bulan Juni lalu batal karena Trump mendadak pulang ke Washington.

Albanese mengatakan kepada ABC Radio bahwa ia akan bertemu Trump di Sidang Umum PBB di New York pekan depan.

“Dia mengadakan resepsi pada Selasa malam. Selain itu, kami juga akan bertemu di beberapa forum internasional sampai akhir tahun. Ini musim pertemuan puncak,” kata Albanese.

Isu-isu penting seperti masa depan perjanjian nuklir Aukus, tarif perdagangan, hingga tekanan Trump agar Australia meningkatkan anggaran pertahanannya diperkirakan masuk dalam agenda pembahasan.

Reaksi Jurnalis

John Lyons sendiri mengaku di wawancara Radio National Breakfast bahwa Trump kala itu “sedang dalam mood yang cukup berapi-api.”

Ia bahkan berseloroh harus “bersiap-siap” jika Trump benar-benar menyampaikan keluhannya kepada Albanese.

“Itulah momen ketika dia melampiaskan kemarahan,” kata Lyons, mengingat kembali pertanyaannya soal kekayaan Trump.

“Tidak setiap hari Anda dimarahi oleh orang paling berkuasa di dunia.”

Lyons menilai pertukaran kata-kata itu menunjukkan betapa tegangnya hubungan Trump dengan media.

“Dia sedang berperang dengan sebagian besar media, dan itu justru disukai basis pendukung MAGA-nya,” ujarnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved