Selasa, 31 Maret 2026

Kematian Charlie Kirk

Penembakan Charlie Kirk: FBI Rilis Foto Terduga Pelaku, Trump Sebut "Pembunuhan Keji"

Penyelidik Amerika Serikat pada Kamis (11/9/2025) merilis foto dan video seorang terduga pelaku dalam kasus penembakan mematikan aktivis

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Penembakan Charlie Kirk: FBI Rilis Foto Terduga Pelaku, Trump Sebut "Pembunuhan Keji"
TribunGorontalo.com
TERDUGA PELAKU -- Seorang pemuda berkaos bendera amerika tampak menaiki tangga sebuah gedung tempat posisi penembak Charlie Kirk. FBI meyakini pemuda ini adalah pelaku, meski penyelidikan tersu dilakukan. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Penyelidik Amerika Serikat pada Kamis (11/9/2025) merilis foto dan video seorang terduga pelaku dalam kasus penembakan mematikan aktivis konservatif berpengaruh Charlie Kirk.

FBI sekaligus mengumumkan ditemukannya senapan yang diyakini digunakan dalam serangan politik yang mengguncang AS itu.

Kirk (31), seorang penulis, podcaster, sekaligus sekutu dekat Presiden AS Donald Trump, ditembak mati pada Rabu saat memberikan ceramah di Universitas Utah Valley, Orem, Utah, sekitar 65 km selatan Salt Lake City.

Ia tewas akibat satu peluru yang menembus lehernya ketika sedang menjawab pertanyaan audiens mengenai kasus penembakan massal.

Trump mengecamnya sebagai “pembunuhan keji”.

Kronologi Penembakan

FBI dan pejabat negara bagian menyebut pelaku tiba di lokasi hanya beberapa menit sebelum acara dimulai.

Video kamera pengawas memperlihatkan seseorang menaiki tangga menuju atap gedung, lalu melepaskan tembakan ke arah Kirk di hadapan 3.000 penonton.

Kepanikan pun pecah, ribuan orang berhamburan menyelamatkan diri.

Rekaman yang dirilis memperlihatkan sosok pria muda mengenakan atasan hitam bergambar burung elang dengan bendera AS, kacamata hitam, dan topi gelap.

Foto lain yang diperoleh otoritas Utah menunjukkan lebih banyak detail, termasuk ransel dan sepatu Converse yang dipakainya.

Video juga memperlihatkan pria itu memanjat turun dari atap, meninggalkan bekas telapak tangan dan DNA di lokasi, lalu menyeberang jalan menuju area pepohonan dekat kampus.

Di situlah polisi menemukan senapan bolt-action bertenaga tinggi yang diyakini digunakan untuk membunuh Kirk.

FBI Buka Hadiah US$100.000

Hingga kini, identitas pelaku belum diumumkan, meski spekulasi liar beredar di media sosial mengenai ideologi sang penembak.

FBI menawarkan hadiah US$100.000 (sekitar Rp1,5 miliar) bagi siapa saja yang memberikan informasi hingga pelaku ditangkap.

Gubernur Utah Spencer Cox meminta bantuan masyarakat.

 “Kami tidak bisa melakukan pekerjaan ini tanpa bantuan publik,” katanya.

Hingga Kamis malam, otoritas menerima lebih dari 7.000 laporan dan telah melakukan lebih dari 200 wawancara.

Trump Janjikan Penghargaan Tertinggi

Kirk adalah pendiri sekaligus presiden organisasi mahasiswa konservatif Turning Point USA, dan tengah menjalani tur “American Comeback” di berbagai kampus AS.

Kematian tragisnya memicu kecaman dari berbagai pihak, baik dari Partai Republik, Demokrat, hingga pemerintah asing.

Trump mengatakan akan menganugerahkan Presidential Medal of Freedom, penghargaan sipil tertinggi di AS, kepada Kirk.

Sementara itu, Wakil Presiden JD Vance membatalkan agenda memperingati serangan 11 September di New York, dan justru mendampingi keluarga Kirk membawa jenazah pulang ke Arizona dengan pesawat kepresidenan Air Force Two.

Di Berlin, Jerman, masyarakat menggelar doa bersama dengan lilin dan bunga di depan Kedutaan Besar AS, dengan poster bertuliskan: “In Memory of Charlie Kirk, for freedom, patriotism and justice.”

Jejak Politik dan Peninggalan Kirk

Sejak remaja, Kirk telah aktif dalam gerakan politik konservatif yang ia sebut dipengaruhi oleh iman Kristennya.

Ia dikenal sebagai pembicara muda yang karismatik, membela kebijakan sayap kanan dalam isu ras, gender, imigrasi, agama, hingga regulasi senjata.

Banyak pejabat Republik mengaku karier politik mereka tak lepas dari dukungan Kirk.

JD Vance menulis di media sosial: “Begitu banyak kesuksesan pemerintahan ini berasal dari kemampuan Charlie untuk mengorganisir dan mempertemukan orang.”

Kirk meninggalkan seorang istri, Erika Frantzve, dan dua anak kecil.

Trump menyebut sudah berbicara langsung dengan Erika: “Dia hancur, benar-benar hancur, seperti yang bisa Anda bayangkan.”

Era Kekerasan Politik Baru di AS

Penembakan ini menambah daftar panjang kekerasan politik yang kembali merebak di AS sejak serangan ke Gedung Capitol 6 Januari 2021.

Reuters mencatat lebih dari 300 insiden bernuansa politik di seluruh spektrum ideologi sejak saat itu.

Trump sendiri selamat dari dua upaya pembunuhan pada 2024, salah satunya membuat telinganya terluka saat kampanye.

Kasus Kirk mempertegas bahwa iklim politik AS kian berbahaya, dengan garis ideologi yang semakin ekstrem dan penggunaan kekerasan sebagai sarana politik yang mengkhawatirkan.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved