Berita Internasional
Donald Trump Ganti Nama Pentagon Jadi ‘Departemen Perang’, Dunia Kaget!
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali membuat gebrakan kontroversial. Dalam sebuah acara di Gedung Putih, Trump menandatangani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/GEBRAKAN-TRUMP-Presiden-Amerika-Donald-Trump-mengubah.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali membuat gebrakan kontroversial.
Dalam sebuah acara di Gedung Putih, Trump menandatangani perintah yang mengganti nama Department of Defense (Departemen Pertahanan) menjadi Department of War (Departemen Perang).
Didampingi Kepala Pentagon Pete Hegseth, Trump menyebut nama lama yang telah digunakan selama lebih dari 70 tahun itu terlalu “wokey” alias terlalu politis dan lemah.
“Saya pikir ini mengirimkan pesan kemenangan,” ujar Trump di Oval Office. “Nama ini jauh lebih tepat dengan situasi dunia saat ini.”
Nama Department of War sendiri bukan hal baru. Istilah itu pernah digunakan sejak 1789, tak lama setelah AS merdeka dari Inggris, hingga tahun 1947, usai Perang Dunia II.
Meski begitu, Trump tidak bisa secara resmi mengubah nama Pentagon tanpa persetujuan Kongres. Namun, perintahnya memberi kewenangan untuk memakai label baru ini sebagai “judul sekunder”.
Balik ke Etos Prajurit
Trump bahkan menyalahkan perubahan nama di tahun 1949 sebagai alasan mengapa AS gagal meraih kemenangan penuh dalam perang setelah era Perang Dunia.
“Kita bisa saja memenangkan setiap perang, tapi kita memilih untuk terlalu politis, terlalu wokey,” tegasnya.
Pete Hegseth, mantan pembawa acara Fox News sekaligus veteran tempur yang ditunjuk Trump untuk merombak Pentagon, menambahkan bahwa perubahan ini bukan sekadar nama.
“Ini soal mengembalikan etos prajurit. Bukan sekadar bertahan, tapi menyerang. Maksimal dalam daya hancur, bukan hanya sekadar legalitas,” katanya.
Langkah Trump ini disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat citra kekuatan AS di dalam dan luar negeri pada periode keduanya.
Baru-baru ini ia memerintahkan pengerahan militer AS di Karibia untuk menekan kartel narkoba yang disebutnya dipimpin Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Serangan itu menewaskan 11 orang.
Selain itu, Trump juga mengizinkan serangan udara ke situs nuklir Iran pada Juni lalu, serta mengerahkan Garda Nasional di Washington dan Los Angeles dengan dalih memberantas kejahatan dan imigrasi ilegal.
Ironisnya, di saat yang sama, Trump tengah berkampanye agar dianugerahi Nobel Perdamaian atas klaim keberhasilannya mengakhiri sejumlah konflik.
| Mojtaba Khamenei jadi Pemimpin Baru Iran, Amerika Emosi Sebut tak Bakal "Hidup" Lama |
|
|---|
| Perang Iran Meluas ke Banyak Negara, Lebih dari 1.300 Orang Tewas dalam Enam Hari |
|
|---|
| Konflik Iran Picu Lonjakan Harga BBM di Amerika Gara-gara Jalur Minyak Dunia Terganggu |
|
|---|
| Serangan Drone Iran Tewaskan Tentara Amerika, Washington Curiga Ada Bantuan Intelijen Rusia |
|
|---|
| Hari Keenam Perang Iran-Amerika: Kapal Perang Tenggelam, Rudal Hantam Banyak Negara |
|
|---|