Kecelakaan di Gorontalo Utara
Polisi Gorontalo Utara Ungkap Penyebab Kecelakaan Maut di Desa Popalo
Penyelidikan mendalam terus dilakukan oleh Satuan Lalu Lintas Polres Gorontalo Utara terkait kecelakaan maut di Jalan Trans Sulawesi
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kolase-foto-kondisi-mobil-pikap-yang-mengalami-kecelakaan.jpg)
Ringkasan Berita:
- Kecelakaan maut yang melibatkan mobil pikap dan truk di Jalan Trans Sulawesi, Desa Popalo, mengakibatkan dua orang meninggal dunia, yakni seorang ibu berinisial HN dan anaknya yang baru berusia tiga tahun berinisial IS.
- Penyelidikan awal dari Satlantas Polres Gorontalo Utara menduga penyebab utama kecelakaan adalah kondisi jalan yang licin akibat curah hujan
- Polisi telah mengamankan sopir truk berinisial YH untuk pemeriksaan lebih lanjut
TRIBUNGORONTALO.COM – Penyelidikan mendalam terus dilakukan oleh Satuan Lalu Lintas Polres Gorontalo Utara terkait kecelakaan maut di Jalan Trans Sulawesi, Desa Popalo, Kecamatan Anggrek.
Berdasarkan data terkini dari olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), pihak kepolisian mulai memetakan faktor-faktor utama yang memicu terjadinya tabrakan maut antara mobil pikap dan truk tersebut pada Senin (17/3/2026).
Kasat Lantas Polres Gorontalo Utara, Iptu Roy Pidu, memberikan gambaran spesifik mengenai situasi lingkungan saat kecelakaan terjadi.
Ia menegaskan bahwa faktor eksternal berupa kondisi alam memegang peranan krusial dalam insiden ini.
Curah hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Anggrek di sore hari tersebut menciptakan risiko tinggi bagi para pengguna jalan yang melintas.
Dugaan kuat mengarah pada kondisi permukaan aspal yang menjadi sangat licin akibat guyuran air hujan. Jalanan yang basah mengurangi daya cengkeram ban kendaraan, sehingga stabilitas mobil pikap yang mengangkut satu keluarga tersebut terganggu.
"Dugaan sementara penyebab karena jalan licin. Dilihat juga dari kondisi jalan juga masih basah," jelas Iptu Roy Pidu saat dikonfirmasi TribunGorontalo.com, Selasa (17/3/2026).
Selain faktor kelicinan, geometri jalan di Desa Popalo yang cenderung berkelok-kelok menambah tingkat kesulitan bagi pengendara.
Lokasi yang berjarak sekitar 71,4 kilometer dari pusat Kota Gorontalo ini memang dikenal memiliki medan yang menantang.
Kombinasi antara tikungan tajam dan jalanan basah diduga membuat pengemudi pikap kehilangan kendali hingga kendaraan tersebut keluar dari jalurnya dan masuk ke jalur berlawanan.
Kendala Penyelidikan dan Minimnya Saksi Mata
Meskipun penyebab sementara telah dikantongi, polisi mengaku menghadapi tantangan dalam menghimpun keterangan saksi mata secara mendetail.
Iptu Roy Pidu menjelaskan bahwa saat kejadian berlangsung, situasi di sekitar lokasi cenderung sepi. Hal ini disebabkan oleh waktu kejadian yang bertepatan dengan persiapan warga untuk berbuka puasa, sehingga aktivitas di jalanan menurun drastis.
Ketiadaan saksi mata di titik nol kejadian membuat polisi harus bekerja ekstra keras melalui metode induktif, yakni menyimpulkan kejadian dari sisa-sisa benturan dan posisi akhir kendaraan.
Hingga saat ini, polisi masih terus mencari informasi tambahan dari warga sekitar yang mungkin melihat detik-detik sebelum benturan terjadi, guna melengkapi berkas perkara dan memastikan tidak ada faktor lain yang terlewatkan.
Baca juga: Breaking News: Kecelakaan Maut di Gorontalo Utara, Ibu dan Balita Kehilangan Nyawa