Sensus Ekonomi 2026
BPS Kabupaten Gorontalo Terjunkan 439 Petugas Sensus Ekonomi 2026
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gorontalo menerjunkan sebanyak 439 petugas lapangan untuk menyukseskan gelaran Sensus Ekonomi 2026.
Penulis: Fajri A Kidjab | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Foto-bersama-Bupati-Gorontalo-Kepala-BPS-Kabupaten-Gorontalo.jpg)
Ringkasan Berita:
- BPS Kabupaten Gorontalo menerjunkan 439 petugas untuk Sensus Ekonomi 2026
- Sensus kali ini memberikan penekanan khusus pada pemetaan sektor ekonomi digital
- Bupati Gorontalo Sofyan Puhi melepas petugas secara resmi di Hotel Amaris
- Pendataan lapangan dijadwalkan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026
- Data hasil sensus akan digunakan sebagai kompas kebijakan pembangunan daerah
TRIBUNGORONTALO.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gorontalo menerjunkan sebanyak 439 petugas lapangan untuk menyukseskan gelaran Sensus Ekonomi 2026.
Dalam pendataan berskala besar kali ini, BPS memberikan penekanan khusus pada pemetaan sektor ekonomi digital yang perkembangannya kian masif di wilayah tersebut.
Ratusan petugas tersebut dilepas secara resmi oleh Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, dalam sebuah agenda resmi di Hotel Amaris pada Rabu (10/06/2026).
Pendataan lapangan ini dijadwalkan berlangsung selama dua setengah bulan, terhitung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 mendatang.
Kepala BPS Kabupaten Gorontalo, Dr Suparno, menjelaskan bahwa disrupsi teknologi menjadi alasan kuat mengapa sektor digital menjadi bidikan utama tahun ini.
"Di Sensus Ekonomi ini ada penekanan untuk ekonomi digital. Mungkin di tahun-tahun sebelumnya itu belum tercatat ya, dan memang belum banyak. Kalau sekarang kan ekonomi digital hampir semua pelaku ekonomi pasti menggunakan digital untuk pemasaran bahkan untuk membuat produknya," jelas Suparno kepada wartawan pascaagenda pelepasan petugas Sensus Ekonomi 2026.
Suparno menguraikan, 439 petugas yang diterjunkan telah melewati pelatihan intensif yang dibagi dalam tiga gelombang guna memastikan standardisasi pendataan.
Mengingat aktivitas ekonomi digital kerap tersembunyi di dalam rumah, BPS mengutamakan perekrutan mitra kerja lokal yang memahami karakteristik wilayahnya masing-masing.
"Setiap petugas sudah memiliki wilayah tugas yang dipetakan dari awal agar tidak tumpang tindih. Beban tugas mereka relatif sama, mengunjungi sekitar 400 sampai 600 KK dalam dua setengah bulan," tambahnya.
Suparno lantas mengajak seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Gorontalo untuk menyukseskan jalannya Sensus Ekonomi 2026.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menerima kedatangan petugas kami dan bisa memberikan data yang benar agar bisa menghasilkan data akurat yang bisa digunakan untuk kebijakan pembangunan nasional jadi lebih tepat sasaran," tutup Suparno.
Baca juga: Anggota DPR RI Rachmat Gobel Minta Pemerintah Undang Eksportir Nasional untuk Bantu Perkuat Rupiah
Data BPS adalah Kompas Kebijakan Daerah
Sensus Ekonomi 2026 mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah.
Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, menyampaikan bahwa hasil dari sensus ekonomi ini memiliki peran sangat strategis sebagai instrumen evaluasi dan kompas arah kebijakan pembangunan di Kabupaten Gorontalo.
"Hasil sensus adalah gambaran bagi pelaksanaan pembangunan di daerah. Sejauh mana keberhasilan yang kita capai, dan menjadi bahan evaluasi kita tentang apa saja yang perlu kita benahi agar pelaksanaan pembangunan ke depan sesuai dengan visi dan misi yang telah dicanangkan," ujar Sofyan disambut riuh tepuk tangan hadirin.