Kasus Julia Sangala
Update Terbaru Kasus Julia Sangala Siswi SMK Gentuma Raya, Polisi Gorontalo Siap Gelar Perkara Kedua
Penyelidikan kasus kematian Julia Sangala, siswi SMK Gentuma Raya yang ditemukan tewas di perkebunan Desa Ketapang
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-masyarakat-Desa-Ketapang-Kecamatan-Gentuma-Raya-Gorontalo-Utara.jpg)
“Sebab saksi yang melihat Julia berboncengan dengan pacarnya pada saat malam hari, posisi ia melihatnya dijemput itu gelap dengan jarak yang lumayan jauh,” kata Adrianto, Rabu (9/4/2025).
Korban dan pacarnya sempat ditegur saksi. Saksi kala itu bersama dua rekannya. Hanya saja, dua orang tidak menyadari keberadaan Julia.
Padahal, satu orang saksi yang tidak melihat itu merupakan keluarga Julia.
Sementara itu, polisi juga telah memeriksa pria yang diduga pacar Julia. Namun kekasih Julia mengaku tidak bersama korban di malam kejadian.
“Makanya ada kecurigaan, apa maksud orang ini mengatakan melihat, sementara dua orang tidak. Apa itu keterangan bohong, apa maksudnya?” terangnya.
Adrianto menegaskan pihak kepolisian tidak bisa berasumsi dan harus mencari fakta. Tidak adanya sinkronisasi keterangan antarsaksi membuat fakta yang diperoleh dianggap masih kabur.
Baca juga: Update Penyelidikan Kematian Julia Sangala di Gorontalo Utara, Setahun Berlalu Pelaku Masih Kabur
Kronologi
Seorang siswi SMK di Gorontalo Utara ditemukan tak bernyawa.
Jasad korban bernama Julia Sangala itu pertama kali dilihat oleh penggembala sapi di sebuah perkebunan warga, Desa Ketapang, Kecamatan Gentuma Raya, Kabupaten Gorontalo Utara, Kamis (2/1/2025).
Saksi mengaku ketakutan ketika mendapati sosok mayat perempuan tergeletak di tanah.
Ia lantas memanggil warga setempat yang berada di kawasan Pondok Pesantren Al-Fattah.
Warga berbondong-bondong mendatangi tempat penemuan mayat tersebut.
Ada yang merekam kejadian menggunakan handphone mereka.
Video rekaman itu pun langsung ramai beredar di media sosial pada Kamis (2/1/2025).
Korban diketahui bernama Julia Sangala. Wanita akrab disapa Jupe itu berasal dari Desa Nanati Jaya, Kecamatan Gentuma Raya, Kabupaten Gorontalo Utara.