Bencana Bonebol Gorontalo
BPBD Bone Bolango Gorontalo Larang Warga Melintas, Jembatan Bulonthala Putus Akibat Ambruk
Akses jalan yang menghubungkan Kecamatan Suwawa Selatan dan Kecamatan Botupingge, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, lumpuh total setelah jembatan
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/JEMBATAN-RUSAK-Akses-jalan-yang-menghubungkan-Kecamatan-Suwawa-Selatan.jpg)
Dalam imbauan itu disebutkan bahwa akses jalan penghubung Suwawa Selatan dan Botupingge, tepatnya di Desa Bulonthala, tidak dapat dilalui akibat ambruknya jembatan yang berada pada ruas jalan tersebut.
Masyarakat diminta tidak melintasi lokasi jembatan yang rusak demi keselamatan jiwa. Warga juga diminta menggunakan jalur alternatif yang tersedia serta mematuhi arahan petugas maupun pemerintah setempat.
Baca juga: Kejagung Bongkar Mark Up Motor Listrik MBG, Rp47 Juta per Unit Dibayar Rp1,1 Triliun
BPBD turut mengingatkan masyarakat agar tidak berkerumun di sekitar lokasi kejadian karena kondisi tanah dan konstruksi jalan yang rusak masih berpotensi membahayakan.
Selain itu, warga diminta tetap waspada terhadap kemungkinan kerusakan susulan, terutama apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
BPBD Bone Bolango menegaskan akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan kondisi tersebut.
Berdasarkan pantauan di lokasi, kerusakan jembatan terlihat cukup parah. Sebagian besar badan jalan amblas hingga membentuk lubang besar yang memutus total ruas jalan penghubung antarkecamatan.
Material tanah dan konstruksi jalan terlihat runtuh ke bagian bawah, sementara sisi jalan yang tersisa tampak menggantung akibat tergerus.
Sejumlah material bangunan berserakan di sekitar titik kerusakan. Bagian pagar jembatan juga terlihat rusak akibat amblesnya badan jalan.
Beberapa warga dan petugas tampak berada di sekitar lokasi untuk memantau kondisi kerusakan sekaligus memastikan tidak ada masyarakat yang mendekati area berbahaya.
Putusnya akses jalan tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena selama ini jalur Bulonthala merupakan salah satu akses penting yang digunakan masyarakat untuk aktivitas sehari-hari.
Jalur itu tidak hanya menjadi penghubung antara Suwawa Selatan dan Botupingge, tetapi juga dimanfaatkan untuk mobilitas warga, distribusi barang, serta berbagai aktivitas ekonomi masyarakat.
Achril mengatakan pihaknya akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan sambil berkoordinasi dengan instansi teknis terkait mengenai langkah penanganan yang akan dilakukan.
Ia berharap masyarakat tetap tenang dan mematuhi seluruh imbauan yang telah disampaikan pemerintah.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, namun tetap waspada. Gunakan jalur alternatif yang tersedia dan jangan memaksakan melintas di lokasi jembatan yang rusak karena keselamatan masyarakat adalah prioritas utama," imbaunya.
Hingga Sabtu siang, akses jalan penghubung Suwawa Selatan dan Botupingge melalui Desa Bulonthala masih belum dapat digunakan. Masyarakat pun masih diarahkan menggunakan jalur alternatif untuk beraktivitas. (*)