Berita Bone Bolango
Membanggakan Gorontalo! Tiga Perempuan Bone Bolango Resmi Jadi Wasit Berlisensi
Pelatihan wasit lisensi C3 yang digelar PSSI Bone Bolango tak hanya melahirkan puluhan calon pengadil lapangan baru. Di tengah dominasi
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/SEPAK-BOLA-Wawacanra-dengan-Ketua-PSSI-Bone-Bolango.jpg)
Ringkasan Berita:
- Tiga perempuan asal Bone Bolango berhasil lulus pelatihan wasit lisensi C3 yang digelar PSSI Bone Bolango di tengah dominasi peserta laki-laki.
- Ketiganya memiliki latar belakang sebagai pemain sepak bola dan dinilai dapat menjadi inspirasi bagi perempuan lain untuk terlibat dalam dunia perwasitan.
- PSSI Bone Bolango berharap kehadiran wasit perempuan baru dapat memperkuat pembinaan sepak bola serta memenuhi kebutuhan perangkat pertandingan di daerah.
TRIBUNGORONTALO.COM – Pelatihan wasit lisensi C3 yang digelar PSSI Bone Bolango tak hanya melahirkan puluhan calon pengadil lapangan baru.
Di tengah dominasi peserta laki-laki, tiga perempuan asal Bone Bolango berhasil lulus dan mengantongi lisensi wasit sepak bola.
Ketua PSSI Bone Bolango yang juga Wakil Ketua II DPRD Bone Bolango, Zainudin Pedro Bau, mengatakan keberhasilan tiga peserta perempuan tersebut menjadi catatan tersendiri karena profesi wasit sepak bola masih didominasi kaum pria.
Menurut Pedro, ketiganya merupakan putri daerah Bone Bolango yang mampu menyelesaikan seluruh tahapan pelatihan selama enam hari.
Baca juga: Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea Sulap Bele Li Mbui Jadi Kantor Pelayanan Satu Atap
"Alhamdulillah dari 30 peserta yang mengikuti pelatihan, ada tiga perempuan. Ini menjadi sesuatu yang membanggakan bagi Bone Bolango," ujar Pedro saat diwawancarai, Selasa (9/6/2026).
Pelatihan wasit lisensi C3 tersebut merupakan program PSSI yang dilaksanakan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah.
Kegiatan ini menjadi satu-satunya pelatihan lisensi C3 yang digelar di Gorontalo dan diikuti peserta dari berbagai wilayah.
Meski demikian, PSSI Bone Bolango memprioritaskan peserta asal daerah karena kebutuhan wasit di Bone Bolango masih cukup tinggi.
Selama ini, jumlah wasit aktif dinilai belum sebanding dengan banyaknya turnamen yang terus berkembang.
Di antara puluhan peserta, kehadiran tiga perempuan menjadi sorotan tersendiri. Pedro mengakui mencari perempuan yang berminat menjadi wasit sepak bola bukan perkara mudah.
"Perempuan yang mau menjadi wasit masih sangat sedikit. Karena itu, ketika ada tiga peserta perempuan yang ikut dan lulus, tentu menjadi kebanggaan bagi kami," katanya.
Pedro menjelaskan, ketiga peserta tersebut sebelumnya memiliki pengalaman sebagai pemain sepak bola.
Latar belakang itu menjadi modal penting untuk memahami aturan permainan dan mengikuti proses pelatihan dengan baik.
"Ketiganya memang berasal dari Bone Bolango dan mereka juga pernah bermain sepak bola. Jadi mereka sudah cukup memahami permainan sebelum mengikuti pelatihan," ujarnya.
Menurut Pedro, keberhasilan tiga perempuan tersebut juga mendapat perhatian dari PSSI.