Tribun Podcast
Ketua Komisi I DPRD Bone Bolango Gorontalo Rahmatiyah Deu Buktikan Perempuan Mampu Memimpin
Selain menghadapi persaingan dan dinamika politik, perempuan juga masih harus berhadapan dengan stigma yang berkembang di tengah masyarakat.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PODCAST-Momen-Rahmatiyah-Deu-hadir-di-sesi-Tribun-Podcast-Selasa-09-Juni-2026.jpg)
Ringkasan Berita:
- Ketua Komisi I DPRD Bone Bolango, Rahmatiyah Deu, mengungkapkan stigma bahwa perempuan tidak bisa memimpin
- Meski harus menjalankan peran sebagai wakil rakyat, ibu, dan istri secara bersamaan, ia meyakini perempuan memiliki empati dan kepekaan
- Rahmatiyah juga menegaskan DPRD Bone Bolango terus mengawal berbagai persoalan masyarakat
TRIBUNGORONTALO.COM, Bone Bolango – Menjadi perempuan di dunia politik bukan perkara mudah.
Selain menghadapi persaingan dan dinamika politik, perempuan juga masih harus berhadapan dengan stigma yang berkembang di tengah masyarakat.
Hal itu diungkapkan Ketua Komisi I DPRD Bone Bolango, Rahmatiyah Deu, saat menjadi narasumber dalam Tribun Podcast bersama Jurnalis Tribun Gorontalo, Jefri Potabuga, Selasa (9/6/2026) malam.
Menurut Rahmatiyah, tantangan terbesar yang dihadapinya sejak awal terjun ke dunia politik adalah pandangan sebagian masyarakat yang masih meragukan kemampuan perempuan dalam memimpin.
Baca juga: Viral Lansia Diduga Minta Tebusan Rp1 Juta untuk Kembalikan Dompet, Polisi Ungkap Fakta Sebenarnya
"Kalau tantangan terbesar itu stigma di masyarakat. Apalagi di Gorontalo masih ada anggapan perempuan tidak bisa memimpin," ungkap politisi NasDem tersebut.
Dirinya mengatakan perempuan yang memilih berkarier di dunia politik sering kali dituntut memiliki kemampuan ganda. Selain menjalankan tugas sebagai wakil rakyat, mereka juga harus tetap menjalankan peran sebagai ibu dan istri di dalam keluarga.
"Sebagai seorang ibu dan istri, kita harus tetap berperan aktif di rumah tangga. Di sisi lain, di politik kami juga dituntut menunjukkan kemampuan. Padahal dari sisi pendidikan, perjalanan hidup, dan rekam jejak sebenarnya sama dengan laki-laki. Namun, di mata masyarakat kami harus menunjukkan usaha yang lebih besar," terang Tya, sapaan akrabnya.
Meski demikian, berbagai tantangan tersebut tidak membuatnya menyerah. Rahmatiyah justru menemukan makna besar dari dunia politik yang selama ini digelutinya.
Menurutnya, politik merupakan salah satu jalan untuk membantu masyarakat dalam skala yang lebih luas.
"Politik itu ternyata mulia. Lewat jalur politik kita bisa membantu orang, melakukan intervensi kebijakan, dan memberikan manfaat yang lebih besar daripada hanya mengandalkan kekuatan kita sendiri," ungkapnya.
Lebih lanjut, Rahmatiyah menilai posisi perempuan dalam dunia politik saat ini semakin kuat.
Kehadiran perempuan di lembaga legislatif maupun pemerintahan menunjukkan bahwa perempuan mulai mendapatkan tempat yang lebih baik dalam proses pengambilan keputusan.
Ia meyakini perempuan memiliki kelebihan tersendiri dalam menjalankan kepemimpinan, terutama dalam hal empati dan kepekaan terhadap persoalan masyarakat.
"Kalau dari kacamata saya sebagai perempuan, kami lebih punya empati. Kami lebih bisa merasakan dan lebih peka terhadap kondisi masyarakat. Karena bagaimanapun sifat keibuan itu tidak bisa hilang dari seorang perempuan," bebernya.
| DLH Kabupaten Gorontalo Dorong Konsep Zero Waste, Sebut Penanganan Sampah Tanggung Jawab Bersama |
|
|---|
| Cerita Koordinator SPPG Gorontalo Zulkifli Taluhumala, Sudah 188 Ribu Penerima Manfaat Terlayani |
|
|---|
| Kadinsos Gorontalo Sebut Aktivitas NIK di Judol Bisa Naikkan Desil Bansos |
|
|---|
| Warga Kota Gorontalo yang Main Judol Berpotensi Keluar dari Daftar Penerima PKH dan BPNT |
|
|---|
| Kadis Koperasi Kabupaten Gorontalo Ungkap Strategi Besar Berdayakan UMKM |
|
|---|