Bencana Bonebol Gorontalo
BPBD Bone Bolango Gorontalo Larang Warga Melintas, Jembatan Bulonthala Putus Akibat Ambruk
Akses jalan yang menghubungkan Kecamatan Suwawa Selatan dan Kecamatan Botupingge, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, lumpuh total setelah jembatan
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/JEMBATAN-RUSAK-Akses-jalan-yang-menghubungkan-Kecamatan-Suwawa-Selatan.jpg)
Ringkasan Berita:
- Jembatan di Desa Bulonthala, Bone Bolango, ambruk sehingga memutus total akses penghubung Kecamatan Suwawa Selatan dan Botupingge.
- BPBD Bone Bolango mengimbau masyarakat tidak mendekati atau melintasi lokasi karena kondisi jembatan masih membahayakan.
- Warga dan petugas diminta menggunakan jalur alternatif, sementara pemerintah terus melakukan pemantauan dan koordinasi untuk penanganan
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Akses jalan yang menghubungkan Kecamatan Suwawa Selatan dan Kecamatan Botupingge, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, lumpuh total setelah jembatan di Desa Bulonthala ambruk.
Kerusakan tersebut menyebabkan kendaraan maupun masyarakat tidak dapat melintasi jalur yang selama ini menjadi salah satu akses utama penghubung antarwilayah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bone Bolango langsung mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk tidak mendekati maupun melintasi lokasi jembatan yang rusak karena berisiko membahayakan keselamatan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bone Bolango, Achril Yoan Babyonggo, mengatakan pihaknya telah melakukan pemantauan di lokasi dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut.
Baca juga: 6 Rumah dan Kantor Desa Terdampak, Warga Libungo Gorontalo Masih Berjibaku Bersihkan Sisa Banjir
"Untuk sementara masyarakat diminta tidak melewati jembatan yang mengalami kerusakan karena dapat membahayakan keselamatan," kata Achril saat dihubungi TribunGorontalo.com melalui WhatsApp, Sabtu (13/6/2026).
Achril mengungkapkan akses jalan penghubung Suwawa Selatan dan Botupingge untuk sementara tidak dapat digunakan.
"Akses jalan penghubung Suwawa Selatan dan Botupingge saat ini tidak dapat digunakan," ungkapnya.
Menurutnya, kondisi jembatan yang rusak cukup parah membuat jalur tersebut tidak memungkinkan dilalui, baik kendaraan roda dua maupun roda empat.
Oleh karena itu, masyarakat yang hendak melakukan perjalanan menuju Suwawa Selatan maupun Botupingge diminta menggunakan jalur alternatif yang masih dapat dilalui.
Dampak putusnya akses jalan tersebut juga dirasakan petugas yang sedang menjalankan tugas di lapangan.
Informasi yang diterima BPBD menyebutkan tim yang hendak menuju wilayah Suwawa Selatan sempat berupaya melewati jalur Bulonthala. Namun, setibanya di lokasi, mereka mendapati akses jalan sudah tidak bisa dilalui karena jembatan ambruk.
Akibatnya, perjalanan harus dialihkan dengan memutar melalui wilayah Botupingge agar dapat mencapai tujuan.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa putusnya akses jalan tidak hanya menghambat aktivitas masyarakat, tetapi juga memengaruhi mobilitas petugas yang sedang melakukan pelayanan dan penanganan di lapangan.
BPBD Bone Bolango kemudian menyebarluaskan imbauan resmi kepada masyarakat terkait kondisi tersebut.
Dalam imbauan itu disebutkan bahwa akses jalan penghubung Suwawa Selatan dan Botupingge, tepatnya di Desa Bulonthala, tidak dapat dilalui akibat ambruknya jembatan yang berada pada ruas jalan tersebut.
Masyarakat diminta tidak melintasi lokasi jembatan yang rusak demi keselamatan jiwa. Warga juga diminta menggunakan jalur alternatif yang tersedia serta mematuhi arahan petugas maupun pemerintah setempat.
Baca juga: Kejagung Bongkar Mark Up Motor Listrik MBG, Rp47 Juta per Unit Dibayar Rp1,1 Triliun
BPBD turut mengingatkan masyarakat agar tidak berkerumun di sekitar lokasi kejadian karena kondisi tanah dan konstruksi jalan yang rusak masih berpotensi membahayakan.
Selain itu, warga diminta tetap waspada terhadap kemungkinan kerusakan susulan, terutama apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
BPBD Bone Bolango menegaskan akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan kondisi tersebut.
Berdasarkan pantauan di lokasi, kerusakan jembatan terlihat cukup parah. Sebagian besar badan jalan amblas hingga membentuk lubang besar yang memutus total ruas jalan penghubung antarkecamatan.
Material tanah dan konstruksi jalan terlihat runtuh ke bagian bawah, sementara sisi jalan yang tersisa tampak menggantung akibat tergerus.
Sejumlah material bangunan berserakan di sekitar titik kerusakan. Bagian pagar jembatan juga terlihat rusak akibat amblesnya badan jalan.
Beberapa warga dan petugas tampak berada di sekitar lokasi untuk memantau kondisi kerusakan sekaligus memastikan tidak ada masyarakat yang mendekati area berbahaya.
Putusnya akses jalan tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena selama ini jalur Bulonthala merupakan salah satu akses penting yang digunakan masyarakat untuk aktivitas sehari-hari.
Jalur itu tidak hanya menjadi penghubung antara Suwawa Selatan dan Botupingge, tetapi juga dimanfaatkan untuk mobilitas warga, distribusi barang, serta berbagai aktivitas ekonomi masyarakat.
Achril mengatakan pihaknya akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan sambil berkoordinasi dengan instansi teknis terkait mengenai langkah penanganan yang akan dilakukan.
Ia berharap masyarakat tetap tenang dan mematuhi seluruh imbauan yang telah disampaikan pemerintah.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, namun tetap waspada. Gunakan jalur alternatif yang tersedia dan jangan memaksakan melintas di lokasi jembatan yang rusak karena keselamatan masyarakat adalah prioritas utama," imbaunya.
Hingga Sabtu siang, akses jalan penghubung Suwawa Selatan dan Botupingge melalui Desa Bulonthala masih belum dapat digunakan. Masyarakat pun masih diarahkan menggunakan jalur alternatif untuk beraktivitas. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.