PDAM Bone Bolango Gorontalo Akui Air Macet Gara-gara Debit Menyusut
Penurunan debit air bersih terjadi di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, Jumat (24/4/2026).
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/AIR-BERSIH-PDAM-Bone-Bolango-Gorontalo-mengonfirmasi-berkurangnya.jpg)
Sejumlah mobil tangki milik PDAM mengalami kerusakan sehingga distribusi sementara dilakukan menggunakan mobil pick up agar dapat menjangkau lorong dan gang sempit.
“Kami lakukan pelayanan door to door. Kalau ada laporan warga tidak dapat air, kami langsung respon dan kirim,” katanya.
Selain itu, pihak PDAM juga terus melakukan perawatan intake dan optimalisasi sumber air yang tersisa agar produksi air tetap berjalan.
Di sisi lain, warga mulai merasakan dampak penurunan tekanan air dalam aktivitas sehari-hari.
Jihan Yunus, warga Desa Talango, Kecamatan Kabila, mengaku aliran air di rumahnya masih tersedia namun tekanannya menurun, terutama pada pagi hari.
“Kalau pagi memang agak kecil tekanannya. Mungkin karena banyak yang pakai juga,” ujarnya.
Ia mengatakan air masih digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti memasak, mandi, dan mencuci, meski kondisi tersebut cukup mempengaruhi kenyamanan.
Hal serupa disampaikan Indo Suleman, pemilik kios barang harian di wilayah yang sama. Ia mengeluhkan aliran air yang mengecil pada pagi hari.
“Airnya ada, cuma kecil pagi hari. Tapi belum terlalu saya pakai banyak,” katanya.
Berdasarkan pantauan Tribun Gorontalo di Kecamatan Kabila sekitar pukul 11.00 Wita, debit air memang terlihat menurun meski masih dapat digunakan untuk kebutuhan dasar.
Tekanan air masih cukup mengalir, namun tidak lagi kuat untuk aktivitas seperti menyemprot kendaraan atau menyiram tanaman.
Kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung selama musim kemarau belum berakhir, sementara Perumda Tirta Bone Bolango terus berupaya memaksimalkan pelayanan di tengah keterbatasan sumber air baku.(*)