PDAM Bone Bolango Gorontalo Akui Air Macet Gara-gara Debit Menyusut
Penurunan debit air bersih terjadi di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, Jumat (24/4/2026).
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/AIR-BERSIH-PDAM-Bone-Bolango-Gorontalo-mengonfirmasi-berkurangnya.jpg)
Ringkasan Berita:
- Penurunan debit air baku akibat musim kemarau menyebabkan tekanan air bersih melemah di sejumlah wilayah Kabupaten Bone Bolango.
- Perumda Tirta Bone Bolango mengaku kapasitas produksi air turun dari 20 liter per detik menjadi sekitar 15 liter per detik, terutama berdampak pada pelanggan di ujung jaringan distribusi.
- Untuk mengatasi keluhan warga, PDAM melakukan distribusi air secara langsung ke rumah pelanggan meski terkendala keterbatasan armada distribusi.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Penurunan debit air bersih terjadi di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, Jumat (24/4/2026).
Kondisi ini berdampak pada melemahnya tekanan air yang diterima pelanggan di sejumlah wilayah.
Direktur Perumda Tirta Bone Bolango, Lanny Dintje Chantiara Ambouw, membenarkan adanya penurunan debit air akibat berkurangnya pasokan air baku dari sumber utama, terutama yang berasal dari Desa Lombongo hingga Desa Ulanta.
Baca juga: 3 Rekomendasi Tempat Nongkrong Cozy di Kota Gorontalo untuk Mahasiswa, Harga Mulai Rp 5.000
“Memang ada penurunan debit air akibat kemarau. Beberapa instalasi kami mengalami penurunan cukup signifikan,” ujarnya saat diwawancarai di ruang kerjanya, Jumat (24/4/2026).
Secara teknis, kapasitas produksi air yang sebelumnya mencapai sekitar 20 liter per detik kini turun menjadi sekitar 15 liter per detik.
Penurunan tersebut berdampak langsung pada tekanan air, khususnya bagi pelanggan yang berada di ujung jaringan distribusi.
“Yang paling terasa itu pelanggan di ujung distribusi. Tekanannya jadi lemah,” jelasnya.
Sejumlah wilayah yang terdampak berada di Kecamatan Kabila, Suwawa, dan Tapa.
Di daerah tersebut, aliran air disebut tidak lagi stabil, terutama pada jam-jam penggunaan tinggi seperti pagi hari.
Menurut Lanny, kondisi ini murni dipengaruhi faktor cuaca yang kerap terjadi saat musim kemarau.
“Ini memang hampir tiap kemarau terjadi. Bukan karena pelanggan, tapi karena sumber air baku yang menurun,” tambahnya.
Sebagai langkah penanganan, Perumda Tirta Bone Bolango mengoptimalkan distribusi air kepada pelanggan yang mengalami kekurangan pasokan.
Petugas akan mendatangi langsung rumah warga yang melapor mengalami kesulitan air bersih.
Namun, keterbatasan armada menjadi kendala dalam distribusi.
Sejumlah mobil tangki milik PDAM mengalami kerusakan sehingga distribusi sementara dilakukan menggunakan mobil pick up agar dapat menjangkau lorong dan gang sempit.
“Kami lakukan pelayanan door to door. Kalau ada laporan warga tidak dapat air, kami langsung respon dan kirim,” katanya.
Selain itu, pihak PDAM juga terus melakukan perawatan intake dan optimalisasi sumber air yang tersisa agar produksi air tetap berjalan.
Di sisi lain, warga mulai merasakan dampak penurunan tekanan air dalam aktivitas sehari-hari.
Jihan Yunus, warga Desa Talango, Kecamatan Kabila, mengaku aliran air di rumahnya masih tersedia namun tekanannya menurun, terutama pada pagi hari.
“Kalau pagi memang agak kecil tekanannya. Mungkin karena banyak yang pakai juga,” ujarnya.
Ia mengatakan air masih digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti memasak, mandi, dan mencuci, meski kondisi tersebut cukup mempengaruhi kenyamanan.
Hal serupa disampaikan Indo Suleman, pemilik kios barang harian di wilayah yang sama. Ia mengeluhkan aliran air yang mengecil pada pagi hari.
“Airnya ada, cuma kecil pagi hari. Tapi belum terlalu saya pakai banyak,” katanya.
Berdasarkan pantauan Tribun Gorontalo di Kecamatan Kabila sekitar pukul 11.00 Wita, debit air memang terlihat menurun meski masih dapat digunakan untuk kebutuhan dasar.
Tekanan air masih cukup mengalir, namun tidak lagi kuat untuk aktivitas seperti menyemprot kendaraan atau menyiram tanaman.
Kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung selama musim kemarau belum berakhir, sementara Perumda Tirta Bone Bolango terus berupaya memaksimalkan pelayanan di tengah keterbatasan sumber air baku.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.