Penikaman di Kafe Gorontalo
Terungkap Pelaku Penikaman di Cafe Starlight, Bukan Warga Gorontalo
Kepolisian Resor Bone Bolango akhirnya mengungkap identitas pelaku penikaman maut di kompleks Cafe Starlight
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
Ringkasan Berita:
- Penikaman di Cafe Starlight dilakukan oleh KA
- Korban RS (30) sempat cekcok dan menantang pelaku di kafe
- Pelaku dijerat Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian
TRIBUNGORONTALO.COM – Kepolisian Resor Bone Bolango akhirnya mengungkap identitas pelaku penikaman maut di kompleks Cafe Starlight, Kelurahan Oluhuta, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango.
Pelaku ternyata bukan warga Gorontalo, melainkan pria asal Manado, Sulawesi Utara.
Warga sekitar digemparkan dengan penemuan jenazah seorang pria berinisial RS (30) di area kebun dekat kafe.
Korban ditemukan dalam posisi tertelungkup dengan pakaian bagian atas tersingkap. Kondisi tubuh menunjukkan adanya luka tusukan di bagian vital.
Kasat Reskrim Polres Bone Bolango, AKP Yudhi Prastyo, membenarkan peristiwa tersebut dalam konferensi pers, Rabu (31/12/2025).
Menurut Yudhi, sebelum kejadian, korban dan pelaku sempat berada bersama di kafe.
Mereka berada di lokasi sejak pukul 01.00 Wita hingga sekitar pukul 03.00 Wita.
Pelaku diketahui berinisial KA (35), warga asal Manado, Sulawesi Utara. KA berdomisili di wilayah Andalas, bukan berasal dari Gorontalo.
Fakta ini sekaligus menepis dugaan awal bahwa pelaku adalah warga lokal.
Berdasarkan penyelidikan, peristiwa penganiayaan terjadi sekitar pukul 04.45 Wita.
Baca juga: Kronologi Penikaman di Cafe Starlight Gorontalo, Pria 30 Tahun Sempat Cekcok sebelum Tewas
Kronologi kejadian
AKP Yudhi Prastyo menuturkan, insiden berawal dari cekcok antara korban dan pelaku di dalam kafe. Korban disebut beberapa kali menantang pelaku untuk berkelahi.
Bahkan korban membuntuti pelaku hingga ke luar kafe, termasuk ke area kamar mandi. Perilaku korban memicu emosi pelaku yang saat itu berada dalam pengaruh minuman keras.
“Pelaku sudah merasa kesal karena terus ditantang, ditambah lagi dalam kondisi terpengaruh minuman keras,” jelas Yudhi.
Emosi yang tak terkendali membuat pelaku mengeluarkan senjata tajam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustrasi-narapidana-Polres-Bone-Bolango-mengungkap-pelaku-kasus-penikaman.jpg)