Pemkab Bone Bolango

Bahasa Gorontalo Masuk Kurikulum, Pemkab Bone Bolango Finalisasi Modul Pembelajaran

Penyusunan kurikulum Bahasa Gorontalo tahun 2025 di Kabupaten Bone Bolango (Bonebol) Provinsi Gorontalo mulai memasuki tahap final.

Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga
BAHASA GORONTALO -- Bupati Bone Bolango Ismet Mile bersama peserta workshop, Rabu (10/12/2025). Bahasa Gorontalo dimasukkan ke dalam kurikulum 2025. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Penyusunan kurikulum Bahasa Gorontalo tahun 2025 di Kabupaten Bone Bolango (Bonebol) Provinsi Gorontalo mulai memasuki tahap final.

Kegiatan yang digelar Rabu (10/12/2025) itu dibuka oleh Bupati Bonebol, Ismet Mile dan didampingi Kepala Dinas Pendidikan Bone Bolango, Basir Noho

Basir menjelaskan bahwa workshop ini menjadi langkah penting untuk memastikan Bahasa Gorontalo tetap digunakan di satuan pendidikan. 

Ia menyebut sejumlah akademisi turut terlibat dalam penyusunan modul.

Menurutnya, kehadiran para ahli memberi dasar ilmiah yang kuat untuk dokumen kurikulum yang akan diterapkan mulai tahun ajaran mendatang.

Basir juga membeberkan bahwa riset terkait kelestarian Bahasa Gorontalo telah dilakukan Pusat Studi Bahasa dan Sastra Daerah.

"Ini menjadi perjalanan panjang, jadi promotor ini Pak Prof Suleman Bouti yang juga melakukan riset terkait dengan kelestarian bahasa Gorontalo, " ujarnya.

Baca juga: Nasib Pilu Ibu Korban Pelecehan di Gorontalo, Lapor Polisi Malah Suami Ditahan hingga Anak Trauma

Ia menambahkan bahwa tahun depan Dinas Pendidikan akan bermitra dengan Universitas Negeri Yogyakarta untuk pengembangan model pembelajaran berbasis sains, ekopedagogi, dan literasi berkelanjutan.

Dalam laporannya, Basir turut menyampaikan kabar penting dimana Bahasa Bonda atau Suwawa resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak benda pada 10 Oktober 2025.

Sementara Bahasa Bolango sedang diusulkan untuk penetapan pada 2026.

“Ini momentum besar bagi kita untuk memperkuat pelestarian bahasa daerah,” ucapnya.

Ia juga mengungkap prestasi pelajar Bone Bolango pada Festival Tunas Bahasa Ibu 2025 tingkat provinsi. 

“Anak-anak kita meraih empat emas, dua perak, dan satu perunggu,” ujar Basir. 

Menurutnya, pencapaian itu menunjukkan komitmen sekolah-sekolah dalam menjaga bahasa daerah melalui kegiatan literasi dan sastra.

Basir menegaskan bahwa Bone Bolango memiliki sejarah budaya yang kuat sehingga kurikulum Bahasa Gorontalo perlu diperkuat di sekolah. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved