Pemkab Bone Bolango
Bahasa Gorontalo Masuk Kurikulum, Pemkab Bone Bolango Finalisasi Modul Pembelajaran
Penyusunan kurikulum Bahasa Gorontalo tahun 2025 di Kabupaten Bone Bolango (Bonebol) Provinsi Gorontalo mulai memasuki tahap final.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
Dokumen yang disusun melalui workshop ini akan menjadi pedoman bagi guru dalam penerapan pembelajaran.
Sementara itu, Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, dalam sambutannya menyampaikan bahwa bahasa adalah fondasi komunikasi.
“Perubahan apa pun tidak akan berarti kalau tidak ada komunikasi. Bahasa adalah penghubung di setiap level, dari lokal sampai internasional,” katanya.
Ia menekankan bahwa teknologi yang berkembang pesat tetap membutuhkan bahasa sebagai alat pemahaman dan interaksi.
Ismet menilai Bahasa Gorontalo sempat berada pada kondisi mengkhawatirkan karena jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
“Ini aset budaya yang sangat penting, jangan sampai hilang,” ucapnya.
Bagi Ismet, pelestarian tidak cukup hanya lewat kurikulum, tetapi juga melalui pembiasaan penggunaan bahasa di masyarakat.
Ia mendorong agar sosialisasi Bahasa Gorontalo terus dilakukan.
“Sekolah berperan, tapi penggunaan bahasa di masyarakat juga penting. Bahasa daerah harus berjalan berdampingan dengan bahasa Indonesia,” tambahnya.
Ismet berharap workshop ini menghasilkan kurikulum yang dapat menghidupkan kembali penggunaan Bahasa Gorontalo di Bone Bolango.
“Kita ingin bahasa ini tetap relevan bagi generasi yang akan datang,” tutupnya.
Pantauan awak media TribunGorontalo.com di lapangan kegiatan itu dilaksanakan di Hotel Eljie Kota Gorontalo diawali dengan tujai dan tarian dari anak-anak pelajar SDN Bulango Selatan.
Kegiatan pun akan diisi dengan sejumlah mayeri oleh narasumber yang memiliki kapasitas di bidang tersebut.
(TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Bupati-Bone-Bolango-Ismet-Mile-bersama-peserta-workshop.jpg)