Pemkab Bone Bolango

Pemkab Bone Bolango hingga DPR RI Siap Kawal Percepatan Pembangunan Pinogu

Perjuangan membuka akses ke Kecamatan Pinogu, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, terus mendapat perhatian serius.

|
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga
PEMBANGUNAN PINOGU -- DPR-RI, Pemkab Bone Bolango, Provinsi Gorontalo dan pihak-pihak terkait menggelar rapat pembahasan pembangunan Pinogu, Kamis (27/11/2025). Bupati menegaskan bahwa kebutuhan masyarakat Pinogu sejak dulu tidak berubah. Aspirasi itu harus terus diperjuangkan. (Sumber foto: TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga) 

Ia menjelaskan bahwa DPRD akan mempercepat proses pengesahan APBD tahap dua agar anggaran dokumen bisa langsung dijalankan pada awal tahun.

“Kita sudah sepakat, nanti masuk di tahap dua paripurna untuk penetapan APBD. Jadi awal tahun kita sudah bisa dorong tiga dokumen ini supaya cepat selesai,” jelasnya.

Faisal menambahkan, pihaknya menunggu tindak lanjut dari BAM DPR RI setelah menerima aspirasi masyarakat.

“Setelah pertemuan ini, kita tunggu tindak lanjut BAM. Karena mereka yang punya akses langsung ke pusat untuk menyampaikan progres dan kebutuhan Pinogu,” ujarnya.

Ketua BAM DPR RI, Ahmad Heryawan, menegaskan bahwa pihaknya sudah menerima aspirasi masyarakat Pinogu melalui jalur resmi.

“Kita sudah terima dan tindak lanjuti aspirasinya. Masyarakat sudah tinggal di sana puluhan tahun, jadi penataan kawasan hutan harus arif dan tidak boleh merugikan mereka,” katanya.

Aher menekankan bahwa hambatan utama pembangunan selama ini ada pada status kawasan hutan serta keterbatasan anggaran daerah.

“Selama ini dua masalah itu yang menghambat: status kawasan hutan dan anggaran pemerintah daerah. Karena itu harus ada peran pusat supaya persoalan ini selesai,” ujarnya.

Dalam pertemuan dengan pemerintah daerah dan BPJN, disepakati bahwa jalan menuju Pinogu dipertahankan sebagai jalan non-status agar pembangunan bisa dimulai sambil menunggu penataan kawasan.

“Jalan non-status itu solusi. Jadi sambil menunggu kawasan ditata, pembangunan tetap bisa berjalan. Ini sudah disepakati dan BPJN juga responsnya positif,” jelas Aher.

Aher mengungkapkan bahwa pembangunan jalan sepanjang kurang lebih 70 kilometer memiliki peluang besar untuk dimulai pada 2026–2027.

Baca juga: BLTS Kesra Rp900 Ribu Cair, Cek Sekarang Apakah Anda Termasuk Keluarga Penerima Manfaat

“Kalau dilihat dari pembahasannya, peluang dibangun mulai 2026 atau 2027 itu besar. Untuk APBN, anggaran sebesar itu bukan kategori besar. Jadi secara teknis dan pendanaan tidak ada hambatan berarti,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pembangunan jalan Pinogu bukan sekadar membuka isolasi, tetapi juga masa depan ekonomi Bone Bolango.

“Kalau tidak ada jalan, pergerakan barang dan orang pasti terhambat. Padahal wilayah Pinogu punya lahan subur dan potensi pertanian yang besar. Jalan itu urat nadi yang menentukan nilai ekonominya,” tegasnya.

Pemda saat ini memprioritaskan penyelesaian semua dokumen teknis sebelum anggaran pusat turun. Setelah dokumen rampung, pembangunan fisik akan menyusul.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, DPRD, dan BAM DPR RI, masyarakat Pinogu kini memiliki harapan lebih besar untuk keluar dari keterisolasian yang sudah puluhan tahun membayangi kehidupan mereka.

 

(TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved