Demo Gorontalo
Ismet Mile, Bupati Bone Bolango Temui Massa Aksi Pinogu, Janji Perbaikan Infrastruktur Masuk RPJMD
Bupati Ismet Mile temui massa aksi Aliansi Pinogu Merdeka, janji perjuangkan pembangunan akses jalan lewat RPJMD 2026.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Prailla Libriana Karauwan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Demo-di-bone-bolango-gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Bupati Bone Bolango, Ismet Mile temui massa aksi dari Aliansi Pinogu Merdeka, Senin (1/9/2025).
Dalam pertemuan itu, Ismet tidak sendiri melainkan didampingi oleh Wakil Bupati (Wabup) Risman Tolingguhu dan Ketua Faisal Yunus dan sejumlah anggota DPRD Bone Bolango.
Ismet mengatakan di hadapan massa aksi, tuntutan yang dibawa telah dimasukkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun anggaran 2026.
Wakil Bupati Gorontalo periode 1999-2004 itu sempat menceritakan daerah Pinogu merupakan daerah yang dimekarkannya pada tahun 2009 silam.
Meskipun saat itu Pinogu tidak memenuhi persyaratan pemekaran, namun Bupati Bone Bolango dua periode ini tetap memperjuangkannya.
Baca juga: Polda Gorontalo Kerahkan 800 Personel untuk Amankan Aksi Demo di Sejumlah Titik Rawan
Bagi Ismet, Pinogu merupakan salah satu daerah yang seharusnya mendapat sentuhan tangan langsung dari pemerintah.
Terletak di ujung Kabupaten Bone Bolango menjadikan daerah ini terpencil dan dikelilingi oleh kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone.
Jalur menuju Pinogu pun sangat ekstrem karena masih didominasi tanah, bebatuan, dan tanjakan curam.
Makanya, kendaraan roda empat biasa sulit menjangkau, umumnya hanya motor trail atau mobil khusus off-road yang bisa masuk.
Fasilitas berupa sekolah dan puskesmas umunya tersedia, tetapi sarana prasarananya yang kurang memadai.
Akses tenaga medis, guru, dan logistik pendidikan sering terkendala di transportasi.
Baca juga: Aliansi Pinogu Merdeka Gorontalo Gelar Aksi Demo, Tuntut Perbaikan Infrastruktur dan Layanan Publik
Di daerah Pinogu juga listrik belum stabil, beberapa warga masih mengandalkan tenaga surya atau genset. Jaringan telekomunikasi pun terbatas, sehingga komunikasi keluar daerah sering sulit.
Sehingga pemekaran enam desa menjadi satu kecamatan tetap dilakukan agar masyarakat Pinogu tidak termarginalkan.
"Tahun 2009 saat saya masih menjabat bupati saya memekarkan Pinogu untuk bisa mencapai tujuan perbaikan infrastruktur, " ungkapnya di hadapan massa aksi, Senin (1/9/2025).
Namun, setelah kepemimpinannya berakhir, perencanaan perbaikan infrastruktur Pinogu tidak lagi berlanjut secara maksimal.