Warga Boalemo Hanyut
7 Hari Tak Ada Hasil, Tim SAR Gorontalo Tutup Operasi Pencarian Hamid Lahabi
Operasi pencarian terhadap korban yang diduga warga Desa Lahumbo, Kecamatan Tilamuta ditutup
Penulis: Rahmat Hambali | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Basarnas-bersama-Tim-gabungan-menutup-pencarian-Hamid-Lahabi.jpg)
Apabila beberapa hari kemudian ada tanda-tanda yang pasti tentang keberadaan korban, maka operasi SAR akan dibuka kembali untuk melakukan pencarian dan evakuasi.
Ia berharap masyarakat selalu memperhatikan cuaca saat melakukan aktivitas, karena kondisi cuaca sering berubah-ubah.
Halidin berpesan agar masyarakat yang bekerja di kebun maupun di laut untuk selalu waspada, serta selalu memperhatikan kondisi cuaca, keselamatan, dan hal-hal yang dapat mengancam jiwa.
Berdasarkan pantauan TribunGorontalo.com usai melaksanakan evaluasi dan apel penutupan, tim SAR gabungan melakukan kunjungan ke rumah duka, sekaligus berpamitan kepada keluarga korban.
Sosok Hamid Lahabi
Hamid Lahabi, warga Dusun IV Desa Lahumbo, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo, hingga Senin (25/05/2026) sore masih dalam proses pencarian intensif.
Petugas menyisir seluruh aliran sungai yang terhubung ke lokasi yang diduga sebagai tempat kejadian perkara (TKP) awal.
Pencarian korban berlangsung sejak siang hingga malam hari, namun belum membuahkan hasil. Operasi SAR ini melibatkan tim gabungan dari Basarnas Provinsi Gorontalo, Polairud Polda Gorontalo, Polres Boalemo, Pemadam Kebakaran, TNI, serta dibantu oleh masyarakat setempat yang menyisir area mulai dari bendungan hingga ke muara sungai.
Selain penyisiran manual, satu unit ekskavator (excavator) juga dikerahkan ke lokasi untuk membantu mempermudah proses pencarian korban.
Hamid Lahabi diduga menjadi korban kedua yang terseret arus sungai.
Sebelum dinyatakan hilang, ia bersama anaknya diketahui sedang mengumpulkan buah kelapa yang hanyut menggunakan tombak di sekitar bendungan belakang Kodim Boalemo.
Aktivitas menombak kelapa yang terbawa arus sungai ini memang sudah menjadi kebiasaan rutin bagi Hamid dan anaknya setiap kali wilayah tersebut diguyur hujan deras.
Di mata warga sekitar, Hamid Lahabi dikenal sebagai sosok yang pendiam namun sangat rajin bekerja.
Sehari-hari ia bekerja sebagai buruh kasar dengan penghasilan yang tidak menentu. Untuk menyambung hidup, ia mengumpulkan pasir dari sungai, lalu menampungnya di sekitar rumah sebelum dijual kepada pembeli.
Hamid diketahui memiliki seorang istri bernama Rusni Humalidu (59) yang tinggal di Dusun IV Desa Lahumbo, Kecamatan Tilamuta, Boalemo.
Pasangan suami istri ini dikaruniai 5 orang anak, termasuk almarhum Lisman Lahabi yang juga menjadi korban.