Warga Boalemo Hanyut
7 Hari Tak Ada Hasil, Tim SAR Gorontalo Tutup Operasi Pencarian Hamid Lahabi
Operasi pencarian terhadap korban yang diduga warga Desa Lahumbo, Kecamatan Tilamuta ditutup
Penulis: Rahmat Hambali | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Basarnas-bersama-Tim-gabungan-menutup-pencarian-Hamid-Lahabi.jpg)
Ringkasan Berita:
- Dua warga Desa Lahumbo (Boalemo), Hamid Lahabi (ayah) dan Lisman Lahabi (anak), hanyut terseret arus sungai saat melakukan kebiasaan rutin menombak kelapa
- Sang anak, Lisman Lahabi, ditemukan meninggal dunia pada hari pertama kejadian di Sungai Manggulipa
- Penutupan Operasi SAR: Setelah 7 hari penyisiran maksimal menggunakan perahu karet
TRIBUNGORONTALO.COM – Operasi pencarian terhadap korban yang diduga warga Desa Lahumbo, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo, resmi ditutup oleh tim SAR gabungan, Minggu (31/5/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunGorontalo.com, korban yang diduga hanyut terbawa arus sungai di Bendungan Desa Lahumbo berjumlah dua orang.
Dua korban tersebut bernama Lisman Lahabi (31) dan Hamid Lahabi (61) yang merupakan warga Dusun 4, Desa Lahumbo.
Korban Lisman Lahabi ditemukan di Sungai Manggulipa, Desa Lahumbo sekitar pukul 13.00 Wita dalam keadaan sudah tidak bernyawa.
Sedangkan korban Hamid Lahabi yang diduga hanyut terbawa arus sungai, sampai dengan saat ini belum juga ditemukan.
Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Operasi dan Siaga Kantor SAR Gorontalo, Halidin Labidu, menyampaikan informasi terkait operasi pencarian yang dilakukan oleh tim SAR gabungan.
"Sejak tanggal 25 Mei 2026 tim SAR menerima informasi bahwa ada 2 orang korban yang diduga terbawa arus sungai di Desa Lahumbo, kemudian tim Sar langsung segera menuju ke lokasi kejadian", ungkapnya saat diwawancarai TribunGorontalo.com, Minggu.
Menurutnya, pencarian oleh tim SAR gabungan terhadap korban sudah dilaksanakan secara maksimal.
"Pola pencarian yang dilakukan selama operasi Sar gabungan yaitu SRU (Search and Rescue Unit) 1 dengan melakukan penyisiran di sekitaran lokasi kejadian pertama hingga sungai yang berada dijembatan Soeharto kurang lebih 7KM, Sedangkan SRU (Search and Rescue Unit) lainnya menggunakan LCR (Landing Craft Rubber) dari muara sungai hingga ke laut", jelas Halidin.
Selain itu, Halidin menambahkan bahwa pencarian korban Hamid Lahabi juga dibantu menggunakan drone untuk melakukan pemantauan dari udara. Namun, usaha yang dilakukan tim pencarian masih belum membuahkan hasil.
Ia mengungkapkan, dalam pencarian korban tersebut, kendala yang dihadapi tidak terlalu signifikan, hanya berupa bebatuan yang besar, sungai yang dangkal, serta air yang keruh.
Menurutnya, pencarian yang dilakukan oleh tim SAR gabungan dari hari pertama hingga hari ketujuh ini belum membuahkan hasil, artinya korban belum ditemukan.
"Sesuai SOP Basarnas untuk pencarian karena sudah hari ke-7 sehingga di berhentikan, dan operasi tersebut dengan hasil dinyatakan 1 orang hilang atas nama Hamid Lahabi (56) warga Desa Lahumbo", tegasnya.
Halidin menambahkan, operasi pencarian memang sudah ditutup, namun pihak SAR masih melakukan pemantauan.