Warga Boalemo Hanyut
Pencarian Hamid Lahabi Hari ke-6 di Boalemo Nihil, Tim SAR Gorontalo Sisir Muara Sungai hingga Laut
encarian Hamid Lahabi, warga Desa Lahumbo, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo yang diduga hanyut, masih belum berhasil ditemukan oleh Tim SAR
Penulis: Rahmat Hambali | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Pencarian-dilakukan-oleh-tim-SAR-gabungan-menggunakan-penyisiran.jpg)
Ringkasan Berita:
- Hingga Sabtu (30/05/2026), pencarian hari keenam oleh Tim SAR gabungan terhadap Hamid Lahabi—warga Boalemo yang diduga hanyut saat menombak kelapa di bendungan—masih nihil
- Tim SAR yang dibagi menjadi dua SRU menghadapi kendala lapangan berupa kondisi sungai yang dangkal serta air yang keruh akibat guyuran hujan
- Sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP), pencarian pada hari Minggu esok akan menjadi hari terakhir, dan operasi SAR terancam ditutup jika korban belum juga ditemukan
TRIBUNGORONTALO.COM – Hamid Lahabi, warga Desa Lahumbo, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo yang diduga hanyut, masih belum berhasil ditemukan oleh Tim SAR gabungan, Sabtu (30/5/2026),
Tim SAR gabungan tersebut terdiri dari 10 personel Basarnas, 1 personel Pos AL Tilamuta, 2 personel Koramil Tilamuta, 4 personel Damkar Boalemo, 2 personel BPBD Boalemo, 1 personel Polairud Polda Gorontalo, serta dibantu oleh masyarakat setempat.
Koordinator Pos SAR Marisa, Lukman Nul Karim, mengungkapkan perkembangan operasi pencarian pada hari keenam terhadap korban yang diduga adalah Hamid Lahabi.
"Hari keenam ini masih tetap dilanjutkan pencarian namun hasilnya masih belum kami temukan", Ungkap Lukman saat dihubungi TribunGorontalo via telpon pukul 18.40 Wita.
Ia menyampaikan bahwa briefing Tim SAR gabungan dilakukan pada pagi hari, kemudian dilanjutkan dengan proses penyisiran pada pukul 08.00 WITA.
Terkait strategi pencarian, Lukman menerangkan bahwa Tim SAR gabungan masih menggunakan pola yang sama seperti hari-hari sebelumnya.
"SRU (Search and Resque Unit) 1 melakukan penyisiran dari jembatan soeharto menuju muara sungai Desa Pentadu Barat, sedangkan untuk SRU 2 menggunkan LCR (Landing Craft Rubber) di Laut hingga ke Muara Sungai," jelas Lukman.
Ia menambahkan, dalam pencarian hari ini, Tim SAR gabungan juga melakukan pemantauan dari udara menggunakan drone. Namun, hingga saat ini petugas belum menemukan tanda-tanda keberadaan pakaian atau barang apa pun yang berkaitan dengan korban.
Lukman menuturkan bahwa proses pencarian menghadapi kendala berupa kondisi sungai yang dangkal serta air yang keruh akibat guyuran hujan.
Menurutnya, pencarian besok merupakan hari terakhir sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Meski demikian, pihaknya masih terus melakukan koordinasi dengan Tim SAR Gorontalo terkait mekanisme operasi yang akan digelar esok hari.
"Jika besok belum juga ditemukan, operasi Sar akan kami tutup, namun masih menunggu hasil koordinasi," tutup Lukman.
Sosok Hamid Lahabi
Baca juga: Kronologi Debat Panas Driver vs Polisi Gorontalo Berujung Viral di Facebook
Hamid Lahabi, warga Dusun IV Desa Lahumbo, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo, hingga kini masih dalam pencarian.
Petugas menyisir seluruh aliran sungai yang terhubung hingga ke lokasi yang diduga sebagai tempat kejadian perkara (TKP) awal pada Selasa (26/5/2026) sore. Namun, pencarian yang berlangsung dari siang hingga malam hari tersebut belum membuahkan hasil.
Operasi penyelamatan ini melibatkan tim gabungan yang terdiri dari Basarnas Provinsi Gorontalo, Satpolairud Polda Gorontalo, Polres Boalemo, Pemadam Kebakaran, TNI, Polri, serta masyarakat setempat. Mereka menyisir area mulai dari bendungan hingga ke muara sungai. Selain itu, satu unit ekskavator turut dikerahkan untuk membantu proses pencarian.