Pemkab Boalemo
Rum Pagau Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila di Boalemo, Tegaskan Bukan Sekadar Seremoni
Bupati Boalemo, Rum Pagau, memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di Alun-Alun Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo
Penulis: Rahmat Hambali | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PERAYAAN-HARI-PANCASILA-Bupati-Boalemo-memimpin-Upacara-Hari-Lahir-Pancasila-tahun-2026.jpg)
Ringkasan Berita:
- Bupati Boalemo Rum Pagau memimpin upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Alun-Alun Tilamuta
- Dalam pidato BPIP yang dibacakannya, Rum menekankan pentingnya nilai-nilai Pancasila
- Warga Boalemo berharap peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum bagi generasi muda
TRIBUNGORONTALO.COM, Tilamuta – Bupati Boalemo, Rum Pagau, memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di Alun-Alun Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo, Senin (1/6/2026).
Upacara tersebut dihadiri Wakil Bupati Boalemo, unsur Forkopimda, Ketua Bawaslu, Ketua KPU, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), personel TNI dan Polri, aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Agama dan Pemerintah Daerah, serta para pelajar tingkat SMP dan SMA sederajat.
Dalam kesempatan itu, Rum Pagau membacakan pidato resmi Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi.
Baca juga: Ada yang Naik! Pertamina Tetapkan Harga BBM Baru Mulai Hari Ini, Cek Daftar Lengkapnya
Ia menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila tidak boleh dimaknai hanya sebagai agenda seremonial tahunan.
“Peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan semangat Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap masyarakat Indonesia,” ujar Rum Pagau.
Menurutnya, Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga fondasi bagi kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Nilai musyawarah dan mufakat yang terkandung dalam Pancasila dinilai relevan sebagai instrumen diplomasi untuk menjembatani perbedaan dan meredam konflik di tingkat global.
Ia juga menyoroti peran Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia, termasuk kontribusi pasukan perdamaian Indonesia yang bertugas di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Rum menyebut Pancasila sebagai “bintang penuntun” yang telah terbukti mampu menjaga persatuan bangsa di tengah keberagaman.
“Indonesia adalah contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17 ribu pulau dan ratusan etnis dapat dipersatukan dalam satu ikatan kebangsaan yang dikenal dengan Bhinneka Tunggal Ika,” tegasnya.
Pada peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini, pemerintah mengusung tema ‘Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia’.
Menurut Rum, tema tersebut menegaskan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya penting untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, tetapi juga dapat menjadi inspirasi dalam mewujudkan perdamaian dunia yang berkelanjutan.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk kembali meneguhkan komitmen kebangsaan serta menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia merupakan bangsa besar yang menjunjung tinggi nilai religiusitas, persatuan, dan kemanusiaan.
“Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi anak bangsa di republik ini,” tutup Rum Pagau.
Sementara itu, warga Boalemo, Marzunaid Alwi (25), menilai peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum penting untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus memperkuat semangat kebangsaan.