Sains dan Teknologi
Belajar dan Bekerja di Era AI: Keterampilan Apa yang Paling Dibutuhkan?
Dunia pendidikan dan dunia kerja tengah mengalami perubahan besar yang dipicu oleh kemajuan pesat kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
TRIBUNGORONTALO.COM -- Dunia pendidikan dan dunia kerja tengah mengalami perubahan besar yang dipicu oleh kemajuan pesat kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Bagi para pelajar dan mahasiswa yang tengah mempersiapkan masa depan, pola belajar dan pilihan jurusan kuliah yang selama ini dianggap “pasti” kini mulai diragukan keampuhannya.
Menurut berbagai studi, termasuk riset dari McKinsey Global Institute, hingga 30 persen aktivitas pekerjaan di berbagai sektor diprediksi akan otomatis digantikan oleh AI pada 2030.
Tidak hanya pekerjaan kasar, profesi kantoran yang selama ini menjadi tujuan utama lulusan perguruan tinggi pun tak luput dari dampak ini.
Situasi ini memaksa pelajar untuk mengubah cara pandang mereka terhadap pendidikan.
Pendidikan yang hanya fokus pada satu jurusan spesifik selama empat tahun kini dianggap kurang efektif karena dunia kerja yang mereka hadapi kelak bisa jadi sangat berbeda.
Sebaliknya, pendidikan yang menggabungkan kemampuan teknis dengan keterampilan humaniora seperti berpikir kritis, komunikasi, dan problem solving dianggap lebih relevan.
Selain itu, jalur pendidikan alternatif seperti kuliah dua tahun di sekolah komunitas atau vokasi mulai menarik perhatian.
Program-program ini menawarkan keterampilan praktis yang cepat diserap pasar kerja, dengan biaya dan waktu yang lebih efisien.
Pelajar pun bisa lebih cepat masuk dunia kerja dan beradaptasi dengan perubahan yang sangat dinamis.
Di sisi lain, kemajuan AI juga membawa peluang baru dalam pembelajaran. Alat bantu seperti Google Gemini, Khanmigo, dan Mindgrasp menjadi mitra belajar yang membantu mahasiswa memahami materi, mempercepat riset, dan mengasah kemampuan menulis.
Dengan bantuan AI, proses belajar menjadi lebih efektif dan personal.
Pakar pendidikan menegaskan, di era AI, kunci sukses adalah kemampuan beradaptasi, belajar sepanjang hayat, dan mengasah keterampilan unik manusia yang tidak bisa digantikan mesin.
Fleksibilitas dalam memilih jurusan, keterbukaan pada berbagai bidang ilmu, dan pemanfaatan teknologi AI akan menentukan kesuksesan generasi muda menghadapi dunia kerja yang terus berubah.
Jadi, bagi para pelajar dan orang tua, saatnya memikirkan ulang strategi belajar dan karier agar tidak hanya siap menghadapi masa depan, tapi juga menjadi penggerak perubahan di era kecerdasan buatan. (*)
| SpaceX Luncurkan 28 Satelit ke Orbit Rendah Bumi, Warga California Sempat Dengarkan Sonic Boom |
|
|---|
| iPhone 17 Kena Masalah Serius, Pengguna Keluhkan Sinyal Hilang dan Wi-Fi Putus |
|
|---|
| Apple Punya Jurus Rahasia untuk iPhone Lipat, Siap Balikkan Dominasi Samsung dan Google? |
|
|---|
| Tablet Sultan Baru! Samsung Tab S11 Ultra Usung Layar 14,6 Inci AMOLED |
|
|---|
| Belanda Paksa Facebook-Instagram Kembali ke Timeline Lama, Bukan Lagi Rekomendasi Profiling |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustrasi-ChatGPT.jpg)