Warga Gorontalo Disekap
Anggota DPRD Gorontalo Minta Pemerintah Bantu Pemulangan Agus Hilimi Korban Sindikat Kamboja
Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo, Yulis Igirisa, meminta pemerintah segera bertindak untuk memulangkan warganya yang disekap di Kamboja.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/DPRD-ingin-pemerintah-bantu-pemulangan-Agus-Hilimi.jpg)
Agus tergiur tawaran kerja dengan gaji Rp 9 juta di Thailand.
Namun, ia justru dibawa ke Kamboja setelah dokumen paspornya dipalsukan menjadi paspor wisata Malaysia.
"Awalnya saya hanya ingin mencari rezeki yang halal, tapi ternyata saya ditipu, saya dibawa ke Kamboja, bukan Thailand," ungkap Agus dalam sebuah panggilan video yang beredar di media sosial beberapa waktu lalu.
Namun belum dapat dipastikan terkait kebenaran paspor tersebut. Sebab saat ini belum ada pernyataan dari pihak Imigrasi Gorontalo.
Adapun Agus menyatakan driinya dipaksa menjadi penipu daring (scammer) di Kamboja. Ia diancam denda 100 dolar AS jika tidak mencapai target kerja.
Saat meminta pulang, Agus malah dibebankan denda sebesar Rp 50 juta.
Kasus Agus mendapat perhatian dari berbagai pihak. Keluarga Agus telah melaporkan insiden ini ke Polda Gorontalo.
Kondisi Terkini Agus Hilimi
Dari pantauan di rumah Agus pada Rabu (27/8/2025), keluarga besarnya berkumpul menunggu informasi kepulangannya.
Kepala Desa Tolotio dan seorang anggota DPRD juga terlihat di sana, berkomunikasi dengan Agus yang masih berada di Kamboja.
Menurut informasi yang dihimpun, Agus telah berhasil keluar dari perusahaan ilegal tersebut.
Ia dibantu oleh seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) untuk melarikan diri.
Rencananya, ia akan menuju ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) atau langsung ke bandara.
Pihak keluarga, anggota dewan, dan beberapa pihak terkait sedang mengumpulkan uang untuk membantu kepulangan Agus.
Kepala Desa Tolotio, Sandra Djafar Biu, mengaku telah melaporkan kasus ini ke Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) di Jakarta pada 26 Agustus 2025.