Jumat, 27 Maret 2026

Berita Nasional

Balita Gizi Buruk Meninggal, Tubuh Dipenuhi Cacing hingga Sekilo

Kematian seorang balita perempuan berusia empat tahun bernama Raya dari Kampung Padangenyang, Desa Kabandungan, Kabupaten Sukabumi,

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Balita Gizi Buruk Meninggal, Tubuh Dipenuhi Cacing hingga Sekilo
TribunGorontalo.com
ILUSTRASI -- Ini adalah potret cacing pita yang diambil dari dokumentasi Mongabay.com. BAYI CACING -- Sebuah kasus terungkap di Sukabumi, seorang balita meninggal dengan cacing lebih sekilo di perutnya. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Kematian seorang balita perempuan berusia empat tahun bernama Raya dari Kampung Padangenyang, Desa Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, mengungkap sisi kelam dari persoalan gizi anak di daerah.

Meski telah lama masuk dalam pemantauan posyandu sebagai anak dengan status BGM (bawah garis merah), kondisi tubuh Raya saat dirawat di rumah sakit mengejutkan publik dipenuhi cacing hingga mencapai satu kilogram.

Raya dikenal sebagai salah satu anak dengan risiko gizi buruk yang tinggi. Bidan desa setempat, Cisri Maryati, menyebutkan bahwa sejak bayi, Raya rutin hadir di posyandu dan berat badannya terus dipantau.

Ia menjadi prioritas dalam program bantuan gizi desa, termasuk pemberian susu, telur, ayam, buah, dan PMT lokal selama 60 hari.

Bahkan, menurut Cisri, berat badan Raya sempat menunjukkan peningkatan.

“Raya rutin menerima bantuan gizi dan obat cacing setiap enam bulan. Terakhir, ia mendapatkannya pada Februari lalu,” ujar Cisri, dikutip dari detikJabar, Rabu (20/8/2025).

Namun, upaya untuk membawa Raya berkonsultasi dengan ahli gizi di Puskesmas kerap terbentur penolakan dari orang tua.

Menurut Cisri, sang ibu menyebut bahwa suaminya tidak mengizinkan rujukan tersebut.

Situasi memburuk ketika video kondisi Raya saat dirawat di RS Bunut beredar luas di media sosial.

Dalam rekaman itu, tubuhnya tampak mengeluarkan cacing dalam jumlah besar.

Relawan yang mendampingi segera menghubungi pihak desa untuk melaporkan kondisi darurat tersebut.

Kepala Desa Cianaga, Wardi Sutandi, menyatakan bahwa perhatian terhadap keluarga Raya sudah berlangsung lama.

Pemerintah desa telah mengalokasikan bantuan khusus untuk mendukung kebutuhan gizi anak tersebut.

Kasus ini memicu keprihatinan publik dan menjadi sorotan nasional, menyoroti tantangan intervensi gizi di lapangan, terutama ketika faktor keluarga menjadi penghalang utama.

Meski program kesehatan anak telah berjalan, nasib Raya menunjukkan bahwa pemantauan saja tidak cukup tanpa dukungan penuh dari lingkungan terdekat.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved