Jumat, 27 Maret 2026

Berita Nasional

Pemerintah Pastikan Stok BBM Aman, Prabowo Perintahkan Bahlil Cari Minyak ke Berbagai Negara

Pemerintah Indonesia mulai bergerak cepat merespons gejolak energi global yang dipicu konflik di Timur Tengah.

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Pemerintah Pastikan Stok BBM Aman, Prabowo Perintahkan Bahlil Cari Minyak ke Berbagai Negara
KOMPAS.COM/IDON
BAHLIL: Menteri ESDM Bahlil saat mendatangi pangkalan gas di Jalan Tengku Bey, Kota Pekanbaru, Riau, Rabu (5/2/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Indonesia bergerak cepat mencari sumber minyak baru setelah konflik global berdampak pada jalur distribusi energi. 
  • Sekitar 20 persen impor energi RI bergantung pada Selat Hormuz yang kini terganggu. 
  • Meski demikian, pemerintah memastikan cadangan energi nasional masih aman dalam jangka pendek.

 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Pemerintah Indonesia mulai bergerak cepat merespons gejolak energi global yang dipicu konflik di Timur Tengah.

Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi langsung kepada Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, untuk segera mencari sumber pasokan minyak mentah dari berbagai negara.

Langkah ini diambil menyusul dampak perang yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, yang turut berimbas pada penutupan Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi dunia.

Kondisi tersebut memiliki dampak langsung bagi Indonesia, mengingat sebagian besar impor energi nasional masih bergantung pada jalur tersebut.

Bahlil menyebut sekitar 20 persen impor komoditas energi Indonesia melewati Selat Hormuz.

"Bapak Presiden semalam memerintahkan kepada saya dan tim untuk segera mencari pasokan-pasokan minyak kita dari hampir semua negara. Kemudian mengoptimalkan semua energi yang ada pada kita," ujarnya di Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (26/3).

Di tengah situasi tersebut, pemerintah juga berupaya memaksimalkan produksi dalam negeri.

Kilang-kilang yang ada di Indonesia didorong untuk beroperasi optimal guna menjaga stabilitas pasokan energi.

"Kita mengoptimalkan kilang-kilang kita yang ada di Indonesia dan impor kita di negara-negara lain," ujar Bahlil.

Terkait cadangan energi, ia menjelaskan bahwa kapasitas penyimpanan BBM nasional saat ini berkisar antara 21 hingga 28 hari.

Namun, stok tersebut bersifat dinamis karena terus mengalami perputaran seiring distribusi dan pasokan baru yang masuk.

Dalam hal komoditas tertentu, Indonesia memiliki kondisi yang berbeda. Untuk bahan bakar jenis solar, pemerintah mengklaim tidak lagi bergantung pada impor.

"Saya menyampaikan di kesempatan ini bahwa sekalipun negara-negara lain, negara tetangga sebagian, sebagian negara di Asia udah mulai masuk dalam keadaan yang tidak diharapkan oleh hampir semua negara, dalam hal ini darurat, saya yakinkan kepada rakyat Indonesia bahwa solar kita insyaallah tidak lagi kita lakukan impor. Jadi clear," ujar Bahlil.

Sementara itu, kebutuhan bensin nasional masih sekitar 50 persen dipenuhi dari impor, dengan sisanya berasal dari produksi dalam negeri.

Ketergantungan yang lebih tinggi terlihat pada LPG, di mana sekitar 70 persen pasokan masih berasal dari luar negeri.

Meski demikian, Bahlil memastikan bahwa kondisi energi nasional masih dalam keadaan aman untuk jangka pendek.

"Saya yakinkan kepada bapak ibu semua, insyaallah kita juga dalam kondisi yang sampai dengan beberapa hari, itu insyaallah dalam kondisi yang baik," ucapnya.

 
(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved