Selasa, 3 Maret 2026

Berita Nasional

Suami Main dengan Anak Usai Cekik Istri hingga Tewas, Dikira Pingsan

Sebuah kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang berakhir tragis terjadi di Lingkungan Kekeri, Kelurahan Semayan, Kecamatan Praya, Lombok Tengah.

Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Suami Main dengan Anak Usai Cekik Istri hingga Tewas, Dikira Pingsan
Tribun Lombok
KASUS KDRT -- Potret korban semasa hidup. Seorang suami tega mencekik istrinya hingga tak berdaya. Parahnya, ia mengira sang istri hanya pingsan, lalu meninggalkannya untuk bermain dengan anak-anak. Saat ia kembali, kenyataan pahit terungkap: istrinya sudah tak bernyawa. Simak selengkapnya kronologi yang memilukan ini! 

TRIBUNGORONTALO.COM – Sebuah kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang berakhir tragis terjadi di Lingkungan Kekeri, Kelurahan Semayan, Kecamatan Praya, Lombok Tengah.

Seorang suami bernama Fachrudin Azzahidi (36) tega mencekik istrinya, Baiq Miranda Puspa Pratiwi (28), hingga tewas pada Minggu (3/8/2025).

Fachrudin bahkan sempat mengira sang istri hanya pingsan, lalu membiarkannya di kasur dan bermain dengan anak-anak di teras rumah.

Aksi keji ini baru disadari beberapa jam kemudian saat Fachrudin mengecek kembali sang istri dan menemukan denyut nadinya sudah tidak ada. Pihak keluarga korban, melalui sepupunya, Bading, menduga Fachrudin mengalami gangguan kejiwaan.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Gorontalo Besok Selasa 5 Agustus: Siang Hujan, Malam Berawan

"Adik sepupu saya ini (korban), sering curhat juga sama sahabatnya, sama adik-adik atau misannya yang lain. Jadi sebenarnya udah sering kejadian (KDRT)," terang Bading.

Kronologi Mengerikan: Dicekik, Lalu Ditinggal Bermain

Bading mengungkap kronologi mengerikan dari kejadian tersebut.

Fachrudin mencekik Miranda hingga lemas dan tak berdaya.

Ia kemudian membaringkan istrinya di atas kasur dan mengira hanya pingsan.

"Pelaku beranggapan bahwa korban pingsan. Akhirnya pelaku duduk dulu di terasnya sambil ngopi bahkan ceritanya sambil bermain-main juga sama ponakan saya (anak pelaku)," jelas Bading.

Selama satu jam meninggalkan korban, tidak ada upaya pertolongan dari pelaku.

Setelah kembali memeriksa, ia baru sadar bahwa Miranda sudah tidak bernyawa.

Panik, Fachrudin menghubungi saudaranya yang seorang dokter.

Setelah dipastikan denyut nadi Miranda sudah tidak ada, Fachrudin pun menyerahkan diri ke Polres Lombok Tengah.

Saat ini, kamar kos yang menjadi lokasi kejadian telah dipasangi garis polisi. Bhabinkamtibmas setempat masih berjaga di lokasi pada Senin (4/8/2025) untuk mengamankan tempat kejadian.

Sosok Istri Pekerja Keras dan Harapan Keluarga

Baiq Miranda dikenal sebagai wanita pekerja keras. Ia memiliki dua anak, yang paling bungsu berusia empat tahun dan si sulung sudah duduk di bangku SMP.

Selain menjadi tenaga alih daya di Angkasa Pura Support, Miranda juga berjualan di Taman Muhajirin Praya.

"Dari segi etikanya juga baik. Kemudian dari segi fisik dapat dibilang cantik dan menarik. Jadi istilahnya kalau saya lihat cowok ini (pelaku) sangat beruntung banget mendapatkan adik saya. Tapi yang saya sayangkan kenapa dia begitu tega menyakiti apalagi sampai membunuh," ujar Bading.

Bading juga mengungkap kekecewaannya karena kasus ini viral di media sosial dengan narasi yang memojokkan korban. Ia meminta agar unggahan-unggahan tersebut dihapus.

"Kami sekeluarga sudah ikhlas dan sedang menunggu serta menjalankan proses hukum yang berlaku," jelasnya.

Pihak Angkasa Pura Support Cabang Lombok, melalui Pelaksana Tugas Branch Manager Muh Saleh Tayang, menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Baiq Miranda.

Ia menyebut Miranda sebagai sosok karyawan yang baik dan akan mengurus jaminan kematian bagi almarhumah. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved