Jumat, 6 Maret 2026

HUT RI di Gorontalo

Pria Berpenampilan Feminim saat Perayaan HUT RI di Gorontalo Akan Dibawa ke Barak Militer

Pemerintah Kabupaten Gorontalo mengambil sikap tegas terhadap pria berperilaku selayaknya wanita (waria) dalam perayaan HUT ke-80

Tayang:
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Pria Berpenampilan Feminim saat Perayaan HUT RI di Gorontalo Akan Dibawa ke Barak Militer
TribunGorontalo.com/Arianto Panambang
HUT RI - KasatpolPP Kabupaten Gorontalo, Taufik Margono saat diwawancarai TribunGorontalo.com, Selasa (5/8/2025). Satpol PP Kabupaten Gorontalo akan menindak tegas pria Pria berpenampilan feminim saat perayaan HUT RI. (Sumber Foto: TribunGorontalo.com/Arianto Panambang). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Limboto – Pemerintah Kabupaten Gorontalo mengambil langkah tegas untuk menertibkan pria yang berperilaku menyerupai wanita (waria) selama perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) akan menertibkan pria yang berpenampilan feminin saat mengikuti lomba gerak jalan atau acara hiburan rakyat.

Selain itu, mereka yang berpenampilan seperti wanita, meskipun bukan waria, juga berpotensi dibawa ke barak militer untuk pembinaan.

Hal ini ditegaskan oleh Kepala Satpol PP Kabupaten Gorontalo, Taufik Margono, setelah menerima instruksi dari Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi.

“Jika kami menemukan ada peserta gerak jalan menggunakan ornamen yang tidak semestinya, kami akan langsung keluarkan dari aktivitas itu. Kami tertibkan. Jika tidak memungkinkan untuk dibawa ke kantor, kami akan melakukan pembinaan di kantor kecamatan atau desa,” ujar Taufik kepada TribunGorontalo.com, Senin (5/8/2025).

Namun, jika pelanggaran tersebut dianggap serius, Satpol PP siap menindak lebih lanjut. 

“Kami akan angkut ke kompi, seperti yang disampaikan Pak Bupati,” tegasnya.

Taufik menjelaskan bahwa instruksi pelarangan ini bukanlah hal yang mendadak. 

Pemkab Gorontalo sejatinya telah menerbitkan surat edaran pada April 2025 yang ditandatangani oleh Penjabat Sekda. 

Surat tersebut berisi larangan aktivitas waria dengan kriteria tertentu dan menjadi dasar hukum yang kemudian ditegaskan kembali oleh Bupati menjelang perayaan HUT RI.

“Pada prinsipnya, kami tidak memburu atau melakukan razia. Namun, jika ada laporan dan ditemukan di lapangan, kami akan langsung menurunkan anggota,” katanya.

Satpol PP Kabupaten Gorontalo memiliki sekitar 100 personel yang siap dikerahkan sesuai kebutuhan di setiap kecamatan selama perayaan bulan Agustus.

Sikap keras terhadap waria ini sebelumnya juga disampaikan oleh Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, dalam pernyataan publik. Ia menegaskan bahwa waria tidak boleh tampil dalam bentuk apa pun di kegiatan Agustusan. 

“Jika ada laki-laki yang memakai pakaian perempuan, akan kami tindak tegas. Jika mereka tampil dalam gerak jalan atau lomba, camatnya akan saya suruh pakai rok,” kata Sofyan.

Menurutnya, hanya ada dua fitrah manusia, yaitu laki-laki dan perempuan. Ia menilai keberadaan waria melanggar kodrat dan menolak tuduhan bahwa larangan ini melanggar hak asasi manusia (HAM).

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved