HUT RI di Gorontalo
Pria Berpenampilan Feminim saat Perayaan HUT RI di Gorontalo Akan Dibawa ke Barak Militer
Pemerintah Kabupaten Gorontalo mengambil sikap tegas terhadap pria berperilaku selayaknya wanita (waria) dalam perayaan HUT ke-80
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/asatpolPP-Kabupaten-Gorontalo-Taufik-Margono-saat-diwawancarai-TribunGorontalocom-Selasa.jpg)
“Saya kemarin dituduh melanggar HAM. Itu hak asasi manusia, tetapi manusia itu hanya ada dua, laki-laki dan perempuan. Tidak ada jenis kelamin lain. Justru yang melanggar adalah mereka, karena menggabungkan antara laki-laki dan perempuan,” kata Sofyan.
Sofyan memastikan bahwa pada HUT RI ke-80, tidak akan ada waria yang tampil di seluruh wilayah Kabupaten Gorontalo. Jika ada, banyak pihak yang akan mendapatkan sanksi.
“Tidak akan ada waria yang tampil di lomba-lomba 17-an. Kalau mereka tampil, akan dihentikan. Camatnya akan kena sanksi memakai rok atau diberhentikan. Pelaksana kegiatan juga akan kami tindak,” tutupnya.
(TribunGorontalo.com/Arianto Panambang)