Polemik Ijazah Jokowi

Polemik Ijazah Jokowi Panas! Demokrat Dituding Dalang

Isu ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kembali memanas dan kini menyeret nama Partai Demokrat sebagai dalang di baliknya.

Editor: Wawan Akuba
TribunNews
FOTO STOK TRIBUNNEWS -- AHY membantah jika Partai Demokrat adalah dalang dari polemik ijazah Jokowi. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Isu ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kembali memanas dan kini menyeret nama Partai Demokrat sebagai dalang di baliknya.

Tudingan ini langsung dibantah tegas oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang menyebutnya sebagai fitnah.

Sebelumnya, pendukung Jokowi memang gencar menyatakan bahwa ada kekuatan besar di balik upaya mengembuskan isu ijazah palsu Presiden.

Dalam sebuah talk show di stasiun TV swasta, Ade Darmawan dari Peradi Bersatu, salah satu pelapor yang turut melaporkan kasus ini bersama Roy Suryo, memberikan petunjuk mengenai siapa dalang di balik isu ijazah palsu Jokowi dan upaya pemakzulan Gibran Rakabuming Raka.

“Biarlah masyarakat berpikir sendiri dan mencari sendiri siapa sih dalangnya? (Isu ijazah). Saat ini saya pake baju apa? Nah itu mungkin salah satu clue yang bisa saya sampaikan,” tandas Ade Darmawan yang saat itu mengenakan kemeja warna biru, dalam wawancara di YouTube KOMPAS TV pada Sabtu (26/7/2025).

Menurut Ade, dalang yang dimaksud memang tidak sepenuhnya memerintahkan langsung Rismon CS untuk mendatangi UGM atau KPUD Solo guna memeriksa skripsi Jokowi.

Namun, mereka hanya mendorong agar pengungkapan itu terus dilakukan.

“Memang menyuruh langsung tidak, tapi mereka bilang ke Rismon dalam setiap moment agar terus menyuarakan kasus ini,” ucap Ade.

AHY Membantah Keras, Jokowi Angkat Bicara Soal "Politik"

Menanggapi tudingan yang mengarah ke partainya, AHY dengan tegas membantah apabila Demokrat dikaitkan dengan polemik isu ijazah Jokowi.

Hal ini disampaikan AHY di sela-sela kunjungan kerja Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah ke Desa Golong, Narmada, Lombok Barat, Minggu (27/7/2025) siang.

"Fitnah itu, fitnah ya," singkat AHY.

Sementara itu, Presiden Jokowi sendiri akhirnya sedikit buka suara terkait kasus ijazah ini saat menghadiri reuni angkatan 80 Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Sabtu (26/7/2025).

Dalam sambutannya, Jokowi menegaskan bahwa polemik tersebut lebih dipengaruhi oleh dinamika politik daripada isu akademik.

"Mengenai nostalgia, saya lihat senang semuanya. Tapi jangan senang dulu lho, karena ijazah saya masih diragukan," kata Jokowi di hadapan alumni lainnya, seperti dikutip dari Kompas.com, Sabtu (26/7/2025).

Ucapan Jokowi itu disambut tawa oleh para undangan reuni tersebut.

"Hati-hati nanti keputusan di pengadilan. Begitu keputusannya asli, Bapak Ibu boleh senang-senang. Tapi begitu tidak, yang 88 juga semuanya palsu," ujar Jokowi, berkelakar.

Jokowi menerangkan bahwa masalah ijazahnya kini sedang berproses di pengadilan.

Ia menanggapi proses hukum ini dengan santai, bahkan bercanda bahwa jika pengadilan memutuskan ijazahnya tidak asli, maka seluruh angkatan 80 UGM yang juga lulus pada tahun 1985 bisa terkena imbasnya.

"Mestinya, kalau ijazah asli, ya sudah. Ibu Rektor sudah menyampaikan, Bapak Dekan Fakultas Kehutanan juga menyampaikan bahwa ijazah saya asli dan saya kuliah di UGM," terang Jokowi.

"Bahkan yang membuat ijazah juga sudah menyampaikan. Tapi ya itu, ini politik," papar Jokowi, merujuk pada klarifikasi yang telah diberikan pihak UGM mengenai keaslian ijazahnya.

Polemik ijazah ini terus menjadi sorotan, dengan dugaan adanya motif politik di baliknya.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved