Polemik Ijazah Jokowi
Polemik Ijazah Belum Selesai, Kini Tahun KKN Jokowi Pun Ikut Disorot Karena Adanya Ketidaksesuaian
Perkara ijazah asli atau tidak Jokowi, Presiden Ke-7 RI belum selesai kini ditambah lagi dengan perkara lainnya yakni tahun KKN Jokowi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Tahun-KKN-Jokowi.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Perkara ijazah asli atau tidak Jokowi, Presiden Ke-7 RI belum selesai kini ditambah lagi dengan perkara lainnya.
Salah satunya adalah tahun Jokowi melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Boyolali.
Dari berbagai sumber menyebutkan adanya ketidaksesuaian tahun KKN Jokowi.
Sehingga hal itu juga ikut disorot selain ijazah Jokowi.
Baca juga: 32 Jemaah Haji RI Terinfeksi Covid-19, Kemenkes Sebut Dugaan Kemungkinan Terpapar di Arab Saudi
Dilansir dari TribunBatam.id, Kisruh tudingan ijazah palsu mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) malah melebar hingga lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Padahal Bareskrim Polri sudah menyatakan bahwa ijazah Jokowi asli alias identik dengan rekan seangkatan di Universitas Gadjah Mada (UGM).
Ahli digital forensik Rismon Sianipar kali ini gantian mempersoalkan soal KKN Jokowi ketika masih berkuliah di UGM.
Rismon menemukan kejanggalan dalam tahun KKN Jokowi di Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Baca juga: PELNI Siapkan Harga Tiket Spesial Diskon 50 Persen, Hanya Berlaku hingga 31 Juli 2025
Temuan Rismon juga berdasarkan pernyataan yang diungkapkan oleh Jokowi yang berbeda dengan Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol Djuhandani Rahardjo Puro.
Berdasarkan pengamatan Rismon, Bareskrim Polri menyebut mantan presiden tersebut melakukan KKN pada tahun 1983.
Sedangkan Jokowi mengaku melakukan KKN pada awal tahun 1985.
Selain itu, Rismon menemukan fakta lain berupa pernyataan ibu kepala desa Ketoyan yang menyebut Jokowi melakukan KKN pada tahun 1983.
"Fakta yang kami temukan setelah Pak Dirtipidum mengumumkan bahwa lokasi KKN Pak Joko Widodo adalah Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali pada tahun 1983," kata Rismon Sianipar, dikutip dari kanal YouTube iNews, Sabtu (21/6/2025).
Baca juga: Tanpa Syarat Nilai UTBK, 28 Sekolah Kedinasan Dibuka, Kuliah Gratis dan Lulus Langsung Jadi CPNS
"Kami datangi kepala desa Ketoyan mengaku bahwa ada seseorang berkacamata diantarkan naik vespa dan diasumsikan itu Pak Joko Widodo. Bu Kepala Desa mengatakan hal itu terjadi tahun 1983. Jadi bersesuaian tahun di mana Pak Dirtipidum mengumumkan tahun KKN Pak Jokowi," jelasnya.
Pernyataan itu semua, menurut Rismon, dibantah oleh Jokowi karena eks Gubernur DKI Jakarta itu mengaku melakukan KKN pada tahun 1985.