Haji 2025
32 Jemaah Haji RI Terinfeksi Covid-19, Kemenkes Sebut Dugaan Kemungkinan Terpapar di Arab Saudi
Sebanyak 32 Warga Negara Indonesia (WNI) terpapar virus covid-19. 32 WNI ini terpapar ketika sedang melaksanakan ibadah haji.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Jemaah-haji-positif-covid-19.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Sebanyak 32 Warga Negara Indonesia (WNI) terpapar virus covid-19.
32 WNI ini terpapar ketika sedang melaksanakan ibadah haji.
Kementerian Kesehatan RI mengatakan kemungkinan mereka terpapar di Arab Saudi.
Dilansir dari Tribunnews.com, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengabarkan penularan virus corona atau covid-19 terjadi di kalangan jemaah haji Indonesia.
Sebanyak 32 orang jemaah haji Indonesia yang positif covid-19 ini sudah mendapat perawatan di RS.
Baca juga: PELNI Siapkan Harga Tiket Spesial Diskon 50 Persen, Hanya Berlaku hingga 31 Juli 2025
Kabid Kesehatan Haji PPIH Arab Saudi, dr Mohammad Imran MKM menyebutkan data di Kemenkes tercatat sejak pertengahan Mei 2025, sudah ada jemaah Indonesia yang mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Arab Saudi dengan konfirmasi positif Covid-19.
Perkembangan terakhir, sebagian besar jemaah saat ini sudah sembuh meski masih ada 6 orang yang dirawat di RS.
"Sampai hari ini ada 32 kasus yang sudah konfirm positif dan dirawat di RS Arab Saudi. Dan per hari ini masih ada enam orang jemaah kita yang masih dirawat. Selebihnya sudah dinyatakan sembuh dan bisa kembali ke kloternya," jelas Imran.
Mengutip keterangan tertulis Kepala Pusat Kesehatan Haji Liliek Marhaendro Susilo di website Kemenkes, menyebut jika deteksi awal gejala Covid-19 berawal saat jemaah mengalami gejala ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) seperti batuk, pilek, demam disertai gejala sesak napas.
Baca juga: Tanpa Syarat Nilai UTBK, 28 Sekolah Kedinasan Dibuka, Kuliah Gratis dan Lulus Langsung Jadi CPNS
Jemaah yang mengalami gejala ini, penanganannya dirujuk ke RS Arab Saudi.
Kemudian di RS Arab Saudi, semua jemaah dengan gejala pernapasan akut itu mendapat tiga skrining, yaitu Covid-19, Mers-cov dan TB.
"Dari skrining yang dilakukan pemerintah Arab Saudi ini, ditemukan Covid-19. Untuk Mers-cov sendiri belum ada jemaah kita yang terjangkit Mers-cov," kata Imran.
Pihak RS Arab Saudi ketika menyatakan jemaah Indonesia positif Covid-19, mereka melakukan koordinasi dengan KKHI untuk melakukan tindakan pencegahan penularan yang lebih luas.
Penularan Lokal di Arab Saudi
Imran mengatakan berdasarkan data, jemaah Indonesia yang terjangkit Covid-19 ada kemungkinan terjadi penularan lokal di Arab Saudi.
Baca juga: Cek Batas Pencairan BSU BPJS Ketenagakerjaan 2025 Jika Tak Mau Hal Ini Terjadi
"Yang paling dekat jeda jemaah kita tiba di Arab Saudi terjangkit Covid adalah 10 hari kemudian dinyatakan positif Covid-19. Jadi ada kemungkinan besar terjadi penularan lokal di Arab Saudi," ujarnya.