Selasa, 24 Maret 2026

Polemik Ijazah Jokowi

Polemik Ijazah Belum Selesai, Kini Tahun KKN Jokowi Pun Ikut Disorot Karena Adanya Ketidaksesuaian

Perkara ijazah asli atau tidak Jokowi, Presiden Ke-7 RI belum selesai kini ditambah lagi dengan perkara lainnya yakni tahun KKN Jokowi.

Tayang:
Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Polemik Ijazah Belum Selesai, Kini Tahun KKN Jokowi Pun Ikut Disorot Karena Adanya Ketidaksesuaian
HO/Tribun Timur
KEANEHAN KKN JOKOWI - Potret Rismon Hasiholan Sianipar, yang kembali jadi sorotan usai tuding Jokowi pakai ijazah palsu. Rismon Sianipar menemukan keanehan terkait dengan tahun Kuliah Kerja Nyata (KKN) Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Boyolali. 

"Hal itu dibantah oleh Pak Jokowi. Tahun KKN beliau adalah awal tahun 1985," tutur Rismon.

Rismon menilai kejanggalan-kejanggalan tersebut konsisten terjadi.

Salah satunya adalah penyangkalan Kasmudjo yang membantah dirinya adalah dosen pembimbing skripsi Jokowi, lalu dikoreksi langsung oleh Jokowi bahwa Kasmudjo adalah pembimbing akademik.

Baca juga: Cek Batas Pencairan BSU BPJS Ketenagakerjaan 2025 Jika Tak Mau Hal Ini Terjadi

"Hal ini kan sama konsisten dengan kejanggalan, penyangkalan dari Pak Kasmudjo yang dikoreksi Pak Jokowi dari pembimbing skripsi yang di video tahun 2017 menjadi pembimbing akademik," kata Rismon.

"Keduanya dibantah. Bayangkan, jadi banyak sekali serpihan-serpihan kebenaran yang harusnya dicari oleh Bareskrim," tuturnya.

Rismon minta ijazah Jokowi diuji Bareskrim, BRIN, dan Puspom TNI

Rismon Sianipar meminta lembar pengesahan skripsi dan ijazah sarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) milik Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) dianalisis di tiga laboratorium di Indonesia.

Ia ingin mengetahui apakah jenis tinta dan usia kertas dalam ijazah tersebut berusia 40 tahun atau dibuat pada tahun 1985.

Itu dilakukan Rismon karena ia menemukan beberapa kejanggalan dalam lembar pengesahan skripsi dan ijazah milik ayah dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu.

Baca juga: Tak Bisa Didampingi Orang Tua, Noval, Siswa di Semarang Ini Minta Damkar Ambilkan Rapornya

Rismon Sianipar mengusulkan agar ijazah Jokowi diuji di 3 laboratorium yang ada di Indonesia, di antaranya yakni di Bareskrim Polri, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI.

Menurut Rismon, Bareskrim, BRIN, dan Puspom TNI dapat menguji jenis tinta dan usia kertas ijazah Jokowi.

"Kalau memang ingin membuktikan secara materi dengan bukan lewat narasi-narasi, ayo kita uji lembar pengesahan skripsi maupun ijazah asli Jokowi di 3 tempat. Misalnya, Bareskrim Polri yang sudah menyatakan identik atau asli katanya. Kedua itu kan ada laboratorium BRIN di Serpong, itu bisa untuk menjawab. Ketiga di Puspom TNI," ujar Rismon, dikutip dari kanal YouTube iNews, Jumat (20/6/2025).

"Jadi 3 lab harus mengunci bahwa jenis dan usia kertas tahun 1985, itu dulu dikunci," tegasnya.

Rismon Sianipar tidak ingin dikatakan mencari perhatian dalam perkara ini.

Oleh karena itu, ia meminta ijazah Jokowi dianalisa di 3 laboratorium tersebut.

Baca juga: 23 Warga Sulut Diduga Jadi Korban TPPO, 3 Wilayah Paling Banyak, Berikut Daftar Namanya

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved