Polemik Ijazah Jokowi

PDIP Usung Jokowi Jadi Presiden 2 Periode Meski Ijazah Diragukan, Elektabilitas Jadi Alasan Utama

Ijazah Jokowi, Presiden ke-7 RI masih diragukan. Padahal dirinya sudah menjadi presiden selama dua periode. Lantas apa alasannya PDIP usung Jokowi

Editor: Prailla Libriana Karauwan
Twitter/Diansadi U
IJAZAH JOKOWI - Foto ijazah Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) yang diunggah oleh relawan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di akun @DianSandiU di media sosial X (dulu Twitter), Selasa (1/4/2025) lalu. Apa alasannya PDIP tetap usung Jokowi jadi presiden 2 periode dengan ijazah yang direbutkan? 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Ijazah Jokowi, Presiden ke-7 RI masih diragukan.

Padahal dirinya sudah menjadi presiden selama dua periode.

Lantas apa alasannya PDIP usung Jokowi jadi presiden selama dua periode?

Dilansir dari Tribun-Timur.com, Ijazah Jokowi diributi setelah lengser dari jabatan Presiden.

Kader PDIP termasuk sosok yang protes ijazah Jokowi.

Baca juga: Jika Selat Hormuz Ditutup Iran, Ini Daftar Negara yang Paling Rugi Dampaknya, Indonesia Termasuk?

Lantas kenapa PDIP berani usung Jokowi maju di Pilpres dua periode.

Jokowi menjabat 10 tahun, mulai 2014 sampai 2024.

Politikus senior PDIP, Beathor Suryadi, mengatakan, PDIP terjebak survei saat Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta maupun Presiden selama dua periode.

Hal itu disampaikan Beathor saat berbincang dengan eks Ketua KPK, Abraham Samad, lewat YouTube Abraham Samad SPEAK UP.

Awalnya, Abraham menanyakan alasan PDIP masih mau mengusung Jokowi jika memang tahu ada dokumen tidak lengkap, seperti adanya dugaan ijazah palsu ini.

"Kalaupun misalnya PDIP tahu bahwa Pak Jokowi tidak punya dokumen kan dia bisa tolak, bilang kalau begitu enggak usah Pak Jokowi yang jadi gubernur, kader lain saja, ada enggak pernah selentingan begitu?" tanya Abraham kepada Beathor, dikutip pada Selasa (24/6/2025).

Baca juga: Sebanyak 1,2 Juta Pekerja Belum Terima BSU 2025: Proses Verifikasi Data Sedang Berlangsung

Mengenai hal ini, Beathor menjelaskan bahwa Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, kala itu terjebak dengan hasil lembaga survei yang menyatakan bahwa Jokowi populer.

"Kita kan sudah terkurung dengan hasil kerjanya lembaga survei. Lembaga survei itu bilang sudah 80 persen, jadi waktu itu sampai orang bilang Jokowi berpasangan dengan sandal saja dia bisa menang," ungkapnya.

"Jadi Ibu Mega selalu berstandar kepada hasil survei, hasil survei itu menyebabkan Ibu Mega terjebak, ternyata populer tapi enggak punya ijazah," imbuh Beathor.

Hal tersebutlah, kata Beathor, yang membuat Taufiq Kiemas atau suami dari Megawati kecewa.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved