Konflik Thailand Vs Kamboja
Konflik Perbatasan Kamboja-Thailand Tewaskan 12 Orang, Puluhan Ribu Warga Mengungsi
Bentrokan sengit antara tentara Kamboja dan Thailand di perbatasan kemarin pagi telah menyebabkan sedikitnya 12 orang tewas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kolase-foto-bentrokan-di-perbatasan-Thailand-Kamboja.jpg)
Itu terjadi ketika Kamboja mencoba mendaftarkan kuil abad ke-11, Preah Vihear, yang terletak di wilayah sengketa sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.
Langkah tersebut mendapat protes keras dari Thailand, dan hingga saat ini masih mempermasalahkan klaim atas Kuil Preah Vihear.
Mahkamah Internasional (ICJ) telah menetapkan bahwa Preah Vihear merupakan bagian dari Kamboja, tetapi Thailand masih mempertahankan klaimnya.
Keputusan ICJ itu berdasar pada peta Perancis yang dulu menjajah Kamboja menunjukkan bahwa adanya garis pemisah alami (watershed) kedua negara.
Thailand menggunakan peta berskala 1:50.000 yang merujuk pada seri peta L7018 yang diproduksi Departemen Survei Kerajaan Thailand (RTSD).
Tetapi Kamboja merujuk pada peta skala 1:200.000 berdasarkan Perjanjian Perancis-Siam tahun 1904 dan Perjanjian Perancis-Siam tahun 1907 terkait demarkasi.
Kamboja menggunakan peta tersebut sebagai dasar klaimnya dan menolak peta versi Thailand.
Chan Kunthiny, analis geopolitik dan keamanan di Phnom Penh, menjelaskan, ICJ menganggap Thailand telah menerima peta tersebut di masa lalu, termasuk dalam sengketa Kuil Preah Vihear.
Dikutip dari laman Kompas.id (16/6/2025), ICJ telah menyatakan kuil tersebut milik Kamboja pada 1962. Bahkan Kamboja telah dua kali berhasil mengajukan resolusi ICJ.
Selain kasus Kuil Preah Vihear pada 1962, Kamboja meminta klarifikasi yurisdiksi atas tanah sekitar kuil pada 2013.
Namun kembali lagi, Thailand mengecam langkah tersebut dan tidak mau mengakui yurisdiksi ICJ.
Selama bertahun-tahun telah terjadi bentrokan sporadis yang mengakibatkan tentara dan warga sipil terbunuh di kedua belah pihak.
Artikel ini dioptimasi dari Tribunnews.com dan Kompas.com
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul 60.000 Warga Thailand dan Kamboja Mengungsi Akibat Perang Meletus di Perbatasan