Konflik Thailand Vs Kamboja
Konflik Perbatasan Kamboja-Thailand Tewaskan 12 Orang, Puluhan Ribu Warga Mengungsi
Bentrokan sengit antara tentara Kamboja dan Thailand di perbatasan kemarin pagi telah menyebabkan sedikitnya 12 orang tewas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kolase-foto-bentrokan-di-perbatasan-Thailand-Kamboja.jpg)
TRIBUNNEWS.COM, KAMBOJA – Bentrokan sengit antara tentara Kamboja dan Thailand di perbatasan pada Kamis (24/7/2025) pagi menyebabkan sedikitnya 12 orang tewas.
Di antara para korban, terdapat seorang anak laki-laki berusia delapan tahun dari Thailand. Lebih dari 30 lainnya terluka.
Konflik ini juga memicu evakuasi besar-besaran, dengan sekitar 60.000 warga dievakuasi ke tempat aman.
Sekitar 20.000 warga Kamboja terpaksa mengungsi, mayoritas dari provinsi Preah Vihear yang berdekatan dengan lokasi pertempuran.
Gubernur Provinsi Preah Vihear, Kim Rithy, menjelaskan bahwa sekitar 20.000 orang dievakuasi dari enam komune di distrik Choam Ksan.
Evakuasi yang dimulai dini hari setelah serangan besar-besaran tentara Thailand termasuk serangan udara, sempat terhambat oleh jatuhnya peluru artileri.
Sebagian pengungsi kini mencari perlindungan sementara di Pusat Keamanan Pagoda dan Wat Pothi.
Pihak berwenang Kamboja telah menyalurkan bantuan darurat berupa makanan, tempat tinggal sementara, dan layanan medis.
Sementara itu, di pihak Thailand, pemerintah mengevakuasi hingga 40.000 penduduk di dekat perbatasan ke tempat penampungan darurat.
Baca juga: Konflik Perbatasan, Thailand Tuding Kamboja Serang Pangkalan Militer hingga Pakai Perisai Manusia
Kepala distrik Sutthiroj Charoenthanasak mengonfirmasi bahwa dua roket menghantam sebuah desa pada pukul 09.40 pagi saat warga menunggu evakuasi, melukai empat orang dan menewaskan dua di antaranya, yaitu seorang anak berusia 12 tahun dan seorang dewasa, di rumah sakit.
Pihak berwenang Thailand mengevakuasi warga dari 86 desa ke tempat penampungan darurat di sekolah-sekolah di distrik Prasat, Surin, memastikan kapasitas penampungan memadai.
Lantas, apa penyebab konflik perbatasan Kamboja-Thailand ini?
Melansir pemberitaan Kompas.com, perselisihan perbatasan antara Thailand dan Kamboja sudah terjadi lebih dari satu abad.
Ini bermula ketika perbatasan ditetapkan setelah pendudukan Perancis di Kamboja.
Namun hubungan kedua negara secara resmi memanas pada tahun 2008, dilansir dari laman BBC Internasional.
Itu terjadi ketika Kamboja mencoba mendaftarkan kuil abad ke-11, Preah Vihear, yang terletak di wilayah sengketa sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.
Langkah tersebut mendapat protes keras dari Thailand, dan hingga saat ini masih mempermasalahkan klaim atas Kuil Preah Vihear.
Mahkamah Internasional (ICJ) telah menetapkan bahwa Preah Vihear merupakan bagian dari Kamboja, tetapi Thailand masih mempertahankan klaimnya.
Keputusan ICJ itu berdasar pada peta Perancis yang dulu menjajah Kamboja menunjukkan bahwa adanya garis pemisah alami (watershed) kedua negara.
Thailand menggunakan peta berskala 1:50.000 yang merujuk pada seri peta L7018 yang diproduksi Departemen Survei Kerajaan Thailand (RTSD).
Tetapi Kamboja merujuk pada peta skala 1:200.000 berdasarkan Perjanjian Perancis-Siam tahun 1904 dan Perjanjian Perancis-Siam tahun 1907 terkait demarkasi.
Kamboja menggunakan peta tersebut sebagai dasar klaimnya dan menolak peta versi Thailand.
Chan Kunthiny, analis geopolitik dan keamanan di Phnom Penh, menjelaskan, ICJ menganggap Thailand telah menerima peta tersebut di masa lalu, termasuk dalam sengketa Kuil Preah Vihear.
Dikutip dari laman Kompas.id (16/6/2025), ICJ telah menyatakan kuil tersebut milik Kamboja pada 1962. Bahkan Kamboja telah dua kali berhasil mengajukan resolusi ICJ.
Selain kasus Kuil Preah Vihear pada 1962, Kamboja meminta klarifikasi yurisdiksi atas tanah sekitar kuil pada 2013.
Namun kembali lagi, Thailand mengecam langkah tersebut dan tidak mau mengakui yurisdiksi ICJ.
Selama bertahun-tahun telah terjadi bentrokan sporadis yang mengakibatkan tentara dan warga sipil terbunuh di kedua belah pihak.
Artikel ini dioptimasi dari Tribunnews.com dan Kompas.com
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul 60.000 Warga Thailand dan Kamboja Mengungsi Akibat Perang Meletus di Perbatasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.