Lipsus Harga Beras
Harga Bahan Pokok Melonjak, DPRD Kabupaten Gorontalo Sarankan Pemda Gelar Pasar Murah
Harga beras di Kabupaten Gorontalo yang kini tembus hingga Rp820 ribu per koli disoroti anggota DPRD Kabupaten Gorontalo.
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Mohamad-Rizal-Badja-saat-diwawancarai-TribunGorontalocom.jpg)
Ia mengatakan harga pengambilan beras saat ini berkisar Rp730 ribu per koli, yang kemudian dijual Rp780 ribu hingga Rp790 ribu per koli.
Ramla biasanya mengambil beras dari Bongomeme, Kabupaten Gorontalo. Kenaikan harga ini membuat biaya angkut barang juga meningkat.
“Pembeli sekarang turun, apalagi rumah makan sangat terasa. Biasanya ambil banyak, sekarang sedikit,” ucap Ramla.
Beberapa jenis beras yang ia jual seperti Pandan Wangi, beras pulo, dan beras superwin, kini dipatok Rp14 ribu hingga Rp16 ribu per kilogram.
“Kalau jual Rp16 ribu, untungnya juga sedikit,” tuturnya.
Ramla juga menilai, penyebab kenaikan harga beras karena banyak petani gagal panen.
“Setahu saya, banyak petani gagal panen, ada yang panen tapi hasilnya sedikit, jadi harga naik,” jelasnya.
(TribunGorontalo.com/*)