Berita Populer Gorontalo

GORONTALO TERPOPULER: Oknum Perawat Minta Uang, Pemadaman Listrik hingga Nasib Rani Kadir

Simak berita Gorontalo terpopuler hari Selasa (22/7/2025). Gorontalo terpopuler adalah berita yang populer dibaca oleh masyarakat selama seharian.

Penulis: Redaksi | Editor: Prailla Libriana Karauwan
Kolase TribunGorontalo.com
GORONTALO TERPOPULER - Tiga berita yang masuk dalam list Gorontalo terpopuler hari ini, Selasa (22/7/2025). Gorontalo terpopuler adalah berita yang populer dibaca oleh masyarakat selama seharian. 

Pengumuman ini sebagaimana tertuang dalam pengumuman resmi PLN ULP Telaga yang diterima Laporan TribunGorontalo.com.

Dalam pengumuman tersebut, aliran listrik akan dihentikan sementara mulai pukul 09.00 hingga 16.30 Wita.

Beberapa wilayah yang terdampak meliputi sebagian Kecamatan Suwawa Tengah, Desa Alale, Lombongo, dan Tapadaa.

Selain itu juga Desa Tolomato, Lompototo, Kecamatan Suwawa Timur, Desa Dumbaya Bulan, Pangi, Panggulo, hingga Poduwoma.

Mati lampu juga bakal terjadi di wilayah Tilangobula, Tinemba, Tulabolo, Tulabolo Barat, hingga Tulabolo Timur.

Lalu seluruh pasokan Kecamatan Pinogu juga ikut dihentikan. Pemadaman juga terjadi di, Desa Bangio, Dataran Hijau, Pinogu Permai, Tilongibila, dan sekitarnya.

Baca selengkapnya

3. Nasib Rani Kadir Warga Bongomeme Gorontalo, Bayi Luka 15 Jahitan Malah Dipalak Perawat

BAYI DIRAWAT -- Ilustrasi bayi dan ibunya. Seorang warga Bongomeme dimintai uang oleh oknum perawat.
BAYI DIRAWAT -- Ilustrasi bayi dan ibunya. Seorang warga Bongomeme dimintai uang oleh oknum perawat. (Istimewa)

Sudah Jatuh Tertimpa Tangga' demikian peribahasa yang tepat menggambarkan nasib Rani Kadir (22), warga Kecamatan Bongomeme, Kabupaten Gorontalo.

Anak Rani yang baru berusia 1 tahun 4 bulan terluka di bagian kepala hingga mendapat 15 jahitan.

Baru saja kepanikan mereda, Rani justru kaget dirinya ditagih biaya pengobatan oleh perawat yang menangani anaknya.

Meskipun Rani mengaku dirinya tercover BPJS Kesehatan, perawat itu memintai uang sekitar Rp400 ribu.

‎“Kata perawat, BPJS tidak menanggung biaya luka dan jahitan. Saya disuruh bayar Rp30 ribu per jahitan,” ungkap Rani kepada TribunGorontalo.com, Senin (22/7/2025).

‎Total biaya pengobatan luka jahitan yang diminta mencapai lebih dari Rp400 ribu. 

Karena merasa tidak mampu, Rani sempat melakukan penawaran, hingga akhirnya disepakati pembayaran Rp300 ribu.

‎“Akhirnya saya langsung membayar Rp300 ribu, saya tidak tahu kalau ternyata itu tidak boleh. Saya hanya ingin anak saya cepat ditangani,” tutur Rani.

Terpisah, Kepala Puskesmas Bongomeme Idjak Mohammad terkejut mendengar informasi tersebut.

Baca selengkapnya

 

(TribunGorontalo.com/Redaksi)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved