Berita Populer Gorontalo

GORONTALO TERPOPULER: Oknum Perawat Minta Uang, Pemadaman Listrik hingga Nasib Rani Kadir

Simak berita Gorontalo terpopuler hari Selasa (22/7/2025). Gorontalo terpopuler adalah berita yang populer dibaca oleh masyarakat selama seharian.

Penulis: Redaksi | Editor: Prailla Libriana Karauwan
Kolase TribunGorontalo.com
GORONTALO TERPOPULER - Tiga berita yang masuk dalam list Gorontalo terpopuler hari ini, Selasa (22/7/2025). Gorontalo terpopuler adalah berita yang populer dibaca oleh masyarakat selama seharian. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Simak berita Gorontalo terpopuler hari Selasa (22/7/2025).

Gorontalo terpopuler adalah berita yang populer dibaca oleh masyarakat selama seharian.

Di dalamnya berisi tentang permberitaan tentang peristiwa, cerita menarik dari warga hingga politik.

Seperti berita pertama Gorontalo terpopuler adalah adanya oknum perawat yang meminta sejumlah uang pada pasien peserta BPJS.

Berita kedua adalah pemadaman listrik hari ini, Selasa (22/7/2025) yang diestimasikan hingga pukul 16.30 Wita.

Dan berita ketiga adalah nasib Rani Kadir, salah seorang yang dimintakan uang oleh perawat usai pemeriksaan.

Berikut tiga berita Gorontalo terpopuler hari ini Selasa (22/7/2025) selengkapnya:

1. Oknum Perawat Gorontalo Minta Uang Rp300 Ribu ke Pasien BPJS, Kapus Minta Maaf dan Kembalikan Duit

PERAWAT MINTA UANG -- Puskesmas Bongomeme, Dulamayo, Kabupaten Gorontalo. Oknum perawat meminta uang perawatan pasien balita.
PERAWAT MINTA UANG -- Puskesmas Bongomeme, Dulamayo, Kabupaten Gorontalo. Oknum perawat meminta uang perawatan pasien balita. (TribunGorontalo.com/Arianto Panambang)

Seorang perawat di Puskesmas Bongomeme, Kabupaten Gorontalo, menjadi sorotan karena meminta uang kepada pasien BPJS Kesehatan.

Rani Kadir (22), warga Bongomeme, merogoh kocek sebesar Rp400 ribu untuk penanganan luka anak berusia 1 tahun 4 bulan.

Rani menjelaskan bahwa anaknya terluka di bagian kepala akibat terkena seng.

Karena luka cukup parah, Rani melarikan anaknya ke Puskesmas Bongomeme

Anak Rani pun langsung ditangani seorang perawat dan menerima 15 jahitan.

‎Namun setelah penanganan selesai, perawat yang bertugas meminta Rani membayar biaya pengobatan.

‎“Kata perawat, BPJS tidak menanggung biaya luka dan jahitan. Saya disuruh bayar Rp30 ribu per jahitan,” ungkap Rani kepada TribunGorontalo.com, Senin (22/7/2025).

‎Total biaya pengobatan luka jahitan yang diminta mencapai lebih dari Rp400 ribu. 

Baca selengkapnya

2. Pemadaman Listrik Gorontalo Hari Ini Selasa 22 Juli 2025, PLN Estimasi Mati Lampu hingga 16.30 Wita

ADA PEMDAMAN -- Mati lampu hari ini di Grontalo mana wilayah terdampak?
ADA PEMDAMAN -- Mati lampu hari ini di Grontalo mana wilayah terdampak? (PLN)

PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Telaga menjadwalkan pemeliharaan jaringan listrik di sejumlah wilayah Kabupaten Bone Bolango, Selasa (22/7/2025).

Kegiatan pemeliharaan ini dilakukan untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik dan demi keamanan bersama.

Pengumuman ini sebagaimana tertuang dalam pengumuman resmi PLN ULP Telaga yang diterima Laporan TribunGorontalo.com.

Dalam pengumuman tersebut, aliran listrik akan dihentikan sementara mulai pukul 09.00 hingga 16.30 Wita.

Beberapa wilayah yang terdampak meliputi sebagian Kecamatan Suwawa Tengah, Desa Alale, Lombongo, dan Tapadaa.

Selain itu juga Desa Tolomato, Lompototo, Kecamatan Suwawa Timur, Desa Dumbaya Bulan, Pangi, Panggulo, hingga Poduwoma.

Mati lampu juga bakal terjadi di wilayah Tilangobula, Tinemba, Tulabolo, Tulabolo Barat, hingga Tulabolo Timur.

Lalu seluruh pasokan Kecamatan Pinogu juga ikut dihentikan. Pemadaman juga terjadi di, Desa Bangio, Dataran Hijau, Pinogu Permai, Tilongibila, dan sekitarnya.

Baca selengkapnya

3. Nasib Rani Kadir Warga Bongomeme Gorontalo, Bayi Luka 15 Jahitan Malah Dipalak Perawat

BAYI DIRAWAT -- Ilustrasi bayi dan ibunya. Seorang warga Bongomeme dimintai uang oleh oknum perawat.
BAYI DIRAWAT -- Ilustrasi bayi dan ibunya. Seorang warga Bongomeme dimintai uang oleh oknum perawat. (Istimewa)

Sudah Jatuh Tertimpa Tangga' demikian peribahasa yang tepat menggambarkan nasib Rani Kadir (22), warga Kecamatan Bongomeme, Kabupaten Gorontalo.

Anak Rani yang baru berusia 1 tahun 4 bulan terluka di bagian kepala hingga mendapat 15 jahitan.

Baru saja kepanikan mereda, Rani justru kaget dirinya ditagih biaya pengobatan oleh perawat yang menangani anaknya.

Meskipun Rani mengaku dirinya tercover BPJS Kesehatan, perawat itu memintai uang sekitar Rp400 ribu.

‎“Kata perawat, BPJS tidak menanggung biaya luka dan jahitan. Saya disuruh bayar Rp30 ribu per jahitan,” ungkap Rani kepada TribunGorontalo.com, Senin (22/7/2025).

‎Total biaya pengobatan luka jahitan yang diminta mencapai lebih dari Rp400 ribu. 

Karena merasa tidak mampu, Rani sempat melakukan penawaran, hingga akhirnya disepakati pembayaran Rp300 ribu.

‎“Akhirnya saya langsung membayar Rp300 ribu, saya tidak tahu kalau ternyata itu tidak boleh. Saya hanya ingin anak saya cepat ditangani,” tutur Rani.

Terpisah, Kepala Puskesmas Bongomeme Idjak Mohammad terkejut mendengar informasi tersebut.

Baca selengkapnya

 

(TribunGorontalo.com/Redaksi)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved