Lipsus Chromebook
4 Tahun Pakai 15 Chromebook, SDN 56 Kota Timur Gorontalo Masih Butuh Tambahan
Pihak Sekolah SDN 56 Kota Timur, Kota Gorontalo merasa bantuan Chromebook masih kurang dari kebutuhan.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/CHROMEBOOK-Kondisi-Unit-Chromebook-di-SDN-56-Kota-Timur-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Pihak Sekolah SDN 56 Kota Timur, Kota Gorontalo merasa bantuan Chromebook masih kurang dari kebutuhan.
Transformasi digital di dunia pendidikan terus didorong oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Salah satu bentuk dukungan nyatanya adalah penyaluran perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) ke berbagai sekolah di Indonesia, termasuk ke wilayah Gorontalo.
Pada tahun 2021, SDN 56 Kota Timur, tercatat sebagai salah satu sekolah penerima bantuan Chromebook sebanyak 15 unit dari pemerintah.
Perangkat ini sangat dibutuhkan untuk mendukung berbagai aktivitas digital sekolah, terutama dalam pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).
Kepala Sekolah SDN 56 Kota Timur, Hardoni Biludi, menyampaikan bahwa perangkat Chromebook yang diterima masih dalam kondisi baik dan berfungsi normal hingga saat ini.
"Masih bagus tidak ada yang rusak, masih lancar," ungkapnya, Kamis (17/7/2025).
Perangkat-perangkat tersebut digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan sekolah.
Namun, menurut Hardoni, jumlah bantuan yang diterima masih tergolong minim jika dibandingkan dengan kebutuhan sekolah, terutama saat pelaksanaan ANBK.
"Semestinya harus ditambah karena peserta ANBK itu, kalau chromebooknya cukup kita hanya sekali duduk," jelasnya.
Karena keterbatasan jumlah perangkat, pihak sekolah biasanya harus membagi pelaksanaan ANBK ke dalam dua sesi.
Misalnya, dengan 30 siswa peserta, satu sesi hanya bisa diisi 15 siswa.
"Keterbatasan chrombok kita biasa jadi dua sesi. Ujian tersebut yakni ujian untuk literasi dan numerasi," lanjut Hardoni.
Pada tahun ini, jumlah siswa kelas 5 di SDN 56 Kota Timur mencapai 75 orang.
Hal itu membuat pelaksanaan ANBK harus dibagi menjadi tiga sesi dalam satu hari.
Tak hanya digunakan untuk ANBK, Chromebook juga menunjang aktivitas lain seperti penyusunan perangkat ajar yang biasanya dilakukan dalam satu ruangan bersama oleh para guru.
Meski secara umum perangkat berfungsi dengan baik, ada beberapa keterbatasan yang dirasakan.
Seorang guru mengungkapkan bahwa tidak semua kebutuhan pengajaran terpenuhi karena Chromebook hanya dapat menjalankan aplikasi bawaan Google.
"Masih cukup memadai, tapi kalau untuk word itu tidak," jelasnya.
Ia juga menambahkan, jumlah 15 unit Chromebook tentu tidak mencukupi bila disesuaikan dengan total jumlah siswa SDN 56 Kota Timur yang mencapai sekitar 400 orang.
Artinya, kebutuhan perangkat masih tergolong tinggi.
Distribusi Chromebook dari Kemendikbudristek sejauh ini memang memberikan dampak besar terhadap kemajuan digitalisasi di sekolah.
Rusak Berat
Seperti yang terjadi di SDN 21 Dungingi Kota Gorontalo, di mana lima unit Chromebook mengalami kerusakan pada layar.
Kerusakan tersebut menimbulkan tampilan layar yang tidak normal, bahkan disebut sudah berubah menjadi "warna-warni".
Kepala Sekolah SDN 21 Dungingi, Dewi Rauf, menjelaskan bahwa sekolahnya menerima bantuan 15 unit Chromebook pada tahun 2020.
Saat itu, kondisi semua perangkat masih berfungsi normal.
Sekolah ini bahkan menjadi salah satu yang pertama menerima bantuan, sebelum sekolah-sekolah lainnya mendapatkan pada tahun-tahun berikutnya.
"Total ada 15 biji, ada lima yang sudah tidak bisa digunakan," jelas Dewi kepada TribunGorontalo.com, Kamis (17/7/2025)
Menurutnya, kerusakan tidak terjadi sekaligus, melainkan bertahap dari waktu ke waktu.
Dugaan utama penyebab kerusakan adalah pada bagian LCD perangkat.
"LCD, cuma layar saja, sudah jadi warna-warni," ungkap salah seorang guru.
Chromebook tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan, termasuk pelaksanaan ANBK (Asesmen Nasional Berbasis Komputer).
Penggunaannya pun dikelola oleh bagian aset sekolah.
Ketika dibutuhkan, perangkat akan diambil dari bagian tersebut dan dikembalikan setelah digunakan.
Meski mengalami kerusakan pada lima unit, 10 unit lainnya masih berfungsi dengan baik.
(*)
| Satu dari 15 Chromebook Bantuan Pemerintah untuk SMP di Gorontalo Utara Rusak |
|
|---|
| Kondisi 15 Chromebook Pemberian Kemenristek untuk SD Muhammadiyah 1 Limboto Gorontalo |
|
|---|
| 2 Unit Chromebook di SDN 51 Dumbo Raya Gorontalo Rusak, 13 Masih Digunakan untuk Belajar dan ANBK |
|
|---|
| 5 Chromebook SDN 21 Dungingi Kota Gorontalo Rusak, Layar Jadi Warna-Warni |
|
|---|
| 15 Chromebook Bantuan Kemendikbudristek di SMPN 1 Limboto Gorontalo Masih Aktif Digunakan Guru |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.