Sains dan Teknologi

Ilmuwan Ciptakan Jaringan Jantung 3D di Laboratorium, Membuka Harapan Baru untuk Pengobatan

Para ilmuwan dari Laboratorium Rekayasa Biojantung QIMR Berghofer berhasil mengembangkan jaringan jantung tiga dimensi yang tumbuh di laboratorium.

Editor: Wawan Akuba
labonline
GAMBAR JANTUNG - Jaringan yang sakit DSP, yang berwarna kuning adalah sel otot jantung, sedangkan ungu dan hijau adalah penanda fibrosis. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Para ilmuwan dari Laboratorium Rekayasa Biojantung QIMR Berghofer berhasil mengembangkan jaringan jantung tiga dimensi yang tumbuh di laboratorium.

Jaringan ini, yang disebut cardiac organoids, mampu meniru struktur dan fungsi otot jantung manusia dewasa secara nyata.

Hasil penelitian mereka telah dipublikasikan dalam jurnal Nature Cardiovascular Research.

Penelitian ini digadang-gadang akan membawa dunia medis selangkah lebih dekat untuk memahami sekaligus mengobati penyakit jantung, khususnya pada anak-anak.

Untuk menciptakan jaringan ini, tim peneliti memanfaatkan sel punca pluripoten manusia (human pluripotent stem cells).

Sel istimewa ini memiliki kemampuan bertransformasi menjadi berbagai jenis sel dalam tubuh.

Namun, saat diubah menjadi sel jantung, sel punca biasanya tetap dalam kondisi “belum matang” atau masih menyerupai jaringan jantung pada janin yang sedang berkembang.

Hal ini kerap membatasi kemampuannya untuk dijadikan model penelitian penyakit jantung pada anak-anak maupun orang dewasa.

Guna mengatasi hal tersebut, para peneliti mengaktifkan dua jalur biologis penting untuk meniru efek olahraga, sehingga mematangkan sel-sel ini agar berperilaku lebih mirip jaringan jantung orang dewasa, meskipun ukurannya tak lebih besar dari biji chia.

Terobosan ini membuka peluang bagi ilmuwan untuk menggunakan jaringan jantung buatan ini dalam pengujian obat baru yang dapat membantu pasien dengan kondisi jantung tertentu.

“Ada manfaat besar dalam mempelajari penyakit jantung dengan cara ini,” kata Profesor James Hudson dari QIMR Berghofer.

“Dengan menggunakan cardiac organoids manusia, kita bisa menyaring jauh lebih banyak senyawa obat, sehingga mempercepat proses pengembangan obat baru.”

Tim peneliti juga berhasil memodelkan beberapa jenis penyakit jantung yang disebabkan oleh mutasi pada gen tertentu, seperti gen ryanodine, calsequestrin, dan desmoplakin.

Salah satu penyakit yang diteliti adalah kardiomiopati Desmoplakin (DSP) yang selama ini dikenal sulit dipelajari. 

Melalui jaringan jantung buatan ini, tim berhasil mereplikasi karakteristik utama penyakit tersebut. Hudson menjelaskan bahwa hasilnya sangat menjanjikan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved