Berita Nasional
4 Pasang Gubernur-Wagub Retak: Dari Rebutan Kewenangan Hingga Isu Korupsi
Fenomena keretakan hubungan antara kepala daerah dan wakilnya menjadi sorotan belakangan ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/NUSANTARA-Di-berbagai-penjuru-Tanah-Air-hubungan.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Fenomena keretakan hubungan antara kepala daerah dan wakilnya menjadi sorotan belakangan ini.
Berbagai faktor melatarbelakangi disharmoni ini, mulai dari masalah komunikasi, pemangkasan kewenangan, hingga isu hukum seperti penyelidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Kasus ini terjadi di beberapa provinsi, menggambarkan dinamika politik yang kompleks di tingkat daerah.
1.Bangka Belitung: Wagub Hellyana Merasa Dikucilkan dan Kewenangan Dipangkas
Di Provinsi Bangka Belitung (Babel), Wakil Gubernur Hellyana secara terbuka mencurahkan kegelisahannya mengenai hubungan yang memburuk dengan Gubernur Hidayat Arsani.
Hellyana mengungkapkan bahwa komunikasi antara keduanya sudah bermasalah sejak hari pertama mereka dilantik.
"Dari hari pertama sebenarnya sudah agak susah berkomunikasi, tidak seperti biasanya waktu kampanye, telepon setiap hari bahkan video call," kata Hellyana, Jumat (11/7/2025).
Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini bahkan berencana menggugat Gubernur Hidayat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) dan Ombudsman karena merasa kewenangannya sebagai Wakil Gubernur dipangkas.
Meskipun ada keretakan, Hellyana menyatakan tetap berusaha menjaga hubungan baik demi kondusifitas di hadapan masyarakat.
"Secara pribadi yang saya rasakan itu, mulai keluar surat edaran yang saya sempat komplain kepada beliau (Gubernur Babel) bahwa surat edaran itu bukan produk hukum dan bertentangan dengan Pergub," tambahnya.
Duet Hidayat Arsani dan Hellyana diusung empat partai koalisi dan memenangkan Pilkada 2024 dengan 299.591 suara.
2.Jawa Barat: Dedi Mulyadi Bantah Retak dengan Erwan Setiawan, Sekda Jadi Sorotan
Hubungan tegang juga dilaporkan terjadi di Provinsi Jawa Barat, melibatkan Gubernur Dedi Mulyadi dan Wakil Gubernur Erwan Setiawan.
Keretakan ini disebut-sebut dipicu oleh perasaan Erwan yang kewenangannya kerap dilangkahi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Herman Suryatman.
Erwan merasa banyak informasi penting tidak sampai kepadanya dan Herman sering mengambil perannya untuk turun ke lapangan tanpa koordinasi.
| Lengkap! Ketentuan THR Karyawan Swasta 2026 dan Sanksi Jika Terlambat |
|
|---|
| Delapan Mobil Disegel Usai OTT Korupsi, KPK Sita Kendaraan Bupati Pekalongan |
|
|---|
| 75 Ribu Pelajar di Bandung Alami Stres hingga Depresi, Sekolah Siap Lakukan Asesmen |
|
|---|
| Jenazah Wanita Dihadang Warga saat Diantar ke Pemakaman, Terungkap Rupanya Punya Hutang Belum Lunas |
|
|---|
| Guntur Romli Soroti Tak Ada Ucapan Duka Prabowo atas Wafatnya Ali Khamenei |
|
|---|