Wisata Gorontalo
Legenda Wisata Taluhu Barakati Gorontalo, Tempat Permandian Bidadari hingga Air Penyembuh Penyakit
Objek Wisata Taluhu Barakati yang terletak di Desa Barakati Kecamatan Batudaa Kabupaten Gorontalo menyimpan cerita legenda didalamnya.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Objek-wisata-Taluhu-Barakati-di-Desa-Barakati.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Objek Wisata Taluhu Barakati yang terletak di Desa Barakati Kecamatan Batudaa Kabupaten Gorontalo menyimpan cerita legenda.
Menurut warga, wisata ini jadi tempat pemandian bidadari. Warga juga meyakini airnya berkah dan dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit.
Taluhu dalam bahasa Gorontalo disebut air sementara barakati secara harfiah diartikan sebagai keberkahan.
Menurut keterangan Kusmanto Oli, warga Desa Barakati, dahulu wisata ini banyak didatangi pengunjung dari berbagai daerah.
"Banyak yang datang ke sini untuk memastikan air ini benar-benar menyembuhkan, dan benar banyak yang sembuh," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Minggu (13/7/2025).
Wisata Taluhu diresmikan pemerintah pada tahun 2013. Pemandian Taluhu Barakati menyita para wisatawan lokal. Namun saat ini pengunjung kian berkurang.
Baca juga: Botu Motolioluwo Gorontalo, Destinasi Wisata Sita Perhatian Bule Amerika hingga Korea
Segi fasilitas, tersedia dua kolam renang untuk orang dewasa dan anak-anak.
Ada tempat bilas bagi perempuan dan laki-laki. Juga tersedia satu tribun bagi para pengunjung untuk duduk.
Terdapat pula kolam ikan di berdekatan dengan dua kolam.
Hanya saja wisata ini terlihat mulai tidak terawat. Banyak rumput liar di sekitar wisata. Beberapa fasilitas juga sudah rusak.
Septian Payu, penjaga wisata, mengatakan akhir pekan pun pengunjung dapat dihitung jari.
"Sekarang berkurang sekali tapi tetap ada yang datang," jelasnya.
Padahal, untuk berkunjung wisata ini pengunjung hanya perlu merogoh kocek Rp5 ribu.
"Murah sekali, hanya Rp5 ribu sudah bisa mandi di sini," ujarnya.
Wisata ini hanya beroperasi di hari Sabtu dan Minggu.
"Tinggal hari libur saja wisata ini buka karena sudah sepi," bebernya.
(TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)