Senin, 9 Maret 2026

Berita Internasional

Kenaikan Tarif 50 Persen Trump Ancam Harga Kopi dan Jus Jeruk di AS Melonjak Tajam

Konsumen Amerika Serikat (AS) terancam menghadapi lonjakan harga kebutuhan pokok, khususnya kopi dan jus jeruk, jika pemerintahan Presiden Donald Trum

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Kenaikan Tarif 50 Persen Trump Ancam Harga Kopi dan Jus Jeruk di AS Melonjak Tajam
AI Generated
KENAIKAN HARGA -- Warga Amerika bakal alami kelangkaan kopi dan jus jeruk gara-gara tarif import Trump untuk negara Brasil. 

Penyakit citrus greening, badai, hingga cuaca beku telah menghantam kebun jeruk AS.

Laporan terbaru Departemen Pertanian AS (USDA) memperkirakan panen jeruk AS pada musim 2024/2025 akan turun ke titik terendah dalam 88 tahun terakhir, sementara produksi jus jeruk juga diprediksi menyentuh rekor terendah.

Sementara di sisi lain, tarif baru ini mendapat dukungan penuh dari peternak sapi lokal AS. Brasil memang mengekspor sejumlah kecil daging sapi ke AS.

“Kami mendukung sepenuhnya tarif ini untuk Brasil. Ekspor Brasil telah berkontribusi pada penyusutan industri sapi AS. Kami perlu membangun kembali dan mengurangi ketergantungan bangsa ini pada pangan impor. Ini langkah ke arah yang tepat,” kata R-CALF USA, kelompok advokasi peternak sapi AS.

Dari sisi energi, Brasil merupakan produsen biofuel etanol terbesar kedua di dunia, baik berbahan dasar tebu maupun jagung. Tahun 2024, Brasil memproduksi sekitar 35 miliar liter etanol, meski hanya kurang dari 6 % yang diekspor. Dari jumlah ekspor itu, sekitar 300 juta liter dikirim ke AS, menurut laporan BTG Pactual.

Raksasa energi Shell memiliki eksposur di pasar biofuel Brasil melalui Raizen — perusahaan patungan dengan konglomerat Brasil, Cosan. Sementara BP memiliki kepemilikan penuh atas BP Bunge Bioenergia, produsen gula dan etanol besar di Brasil.

Dalam suratnya kepada Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva, Trump menegaskan bahwa kebijakan tarif ini merupakan bentuk protes atas apa yang disebutnya sebagai serangan Brasil terhadap kebebasan pemilu, kebebasan platform media sosial, serta aktivitas perdagangan digital perusahaan-perusahaan AS.

Bagaimana nasib kebijakan tarif ini masih akan diuji dalam beberapa pekan mendatang, terutama di tengah tekanan pedagang, konsumen, dan pelaku industri pangan AS yang khawatir harga kopi pagi mereka bakal melonjak drastis.

(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved