Berita Populer Gorontalo
GORONTALO TERPOPULER: Satpol PP Ingin Masyarakat Tak Segan Lapor - BRI Limboto Bongkar Modus Calo
Simak berita Gorontalo terpopuler hari ini, Kamis (10/7/2025). Gorontalo terpopuler ini merupakan berita lokal yang paling banyak dibaca oleh masyara
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/groontalo-terpopuler-10-juli-2025.jpg)
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mencatat 81 ribu perempuan menjadi kepala keluarga di Provinsi Gorontalo.
Jumlah itu diperoleh dari total 407.136 kepala keluarga yang tercatat hingga semester dua tahun 2024.
Artinya, hampir satu dari lima kepala keluarga di Gorontalo adalah seorang perempuan, atau sekitar 20 persen dari total kepala keluarga di Gorontalo.
Adapun data sebaran kepala keluarga itu dirilis oleh dirilis Kemendagri pada Januari 2025.
Lantas, mengapa ini bisa terjadi?
Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Dukcapil dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi Gorontalo, Amran Pahrun, beragam latar belakang sosial menyebabkan perempuan jadi kepala keluarga.
"Ada banyak faktor misalnya pertengkaran dalam rumah tangga atau cerai meninggal," ujarnya.
3. BRI Limboto Bongkar Modus Calo KUR di Gorontalo, Oknum Internal Kena PHK
Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang Limboto buka suara terkait kasus dugaan korupsi dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di BRI Unit Kwandang dan BRI Unit Telaga yang kini tengah ditangani Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Gorontalo.
Pemimpin Cabang BRI Limboto, Nur Jonson Arifin, menjelaskan bahwa kasus ini sebenarnya bermula dari hasil pengawasan dan audit internal BRI pada 2018 silam.
Hasil audit tersebut menemukan adanya indikasi penyaluran KUR yang tidak sesuai prosedur, yang kemudian dilaporkan ke pihak berwajib.
“Kasus ini sejatinya merupakan hasil pengungkapan internal BRI sejak 2018 sebagai bukti bahwa kami konsisten menerapkan prinsip Zero Tolerance to Fraud di setiap kegiatan operasional,” kata Nur Jonson kepada TribunGorontalo.com, Rabu (9/7/2025).
Kasus ini belakangan mencuat kembali setelah Polda Gorontalo menetapkan seorang narapidana berinisial YS sebagai tersangka.
YS diduga berperan sebagai calo yang memanfaatkan data masyarakat untuk pengajuan KUR, namun dana yang seharusnya diterima para pemohon justru tidak pernah sampai ke tangan mereka.