Jumat, 6 Maret 2026

UMKM Gorontalo

Sosok di Balik Bisnis Rujak Mangga Viral di Gorontalo, Beromzet Rp7 Juta per Hari

Sebuah video rujak sederhana khas Gorontalo belakangan ini ramai di TikTok. Antrean panjang di sebuah rumah, potongan mangga muda yang segar, dan guyu

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Sosok di Balik Bisnis Rujak Mangga Viral di Gorontalo, Beromzet Rp7 Juta per Hari
FOTO: Fiska
RUJAK VIRAL - Antrean panjang pembeli rujak di depan rumah Husin Husain dengan brand "Rujak AL". Rujak viral Gorontalo milik Husin Husain ini yang terkenal dengan sambal kacang khasnya. 

Reporter: Nurfiska Rahman

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Sebuah video rujak sederhana khas Gorontalo belakangan ini ramai di TikTok. Antrean panjang di sebuah rumah, potongan mangga muda yang segar, dan guyuran sambal kacang yang kental membuat netizen auto ngiler.

Banyak yang penasaran, siapa sebenarnya di balik rujak viral dengan nama "Rujak AL" ini?

Ternyata sosok di balik fenomena kuliner ini adalah Husin Husain, pria ulet asal Gorontalo yang telah merintis usaha rujak sejak 13 tahun lalu.

Siapa sangka, rujak yang dulunya dijajakan keliling dengan bentor (becak motor) kini menjelma jadi bisnis rumahan dengan omzet harian mencapai Rp7 juta.

Husin memulai usahanya dari nol. Bermodal hanya Rp300 ribu, ia membawa alat dan bahan seadanya, berkeliling Kota Gorontalo menggunakan bentor.

Ia biasa mangkal di perlimaan, lokasi strategis tempat warga biasa mencari camilan sore.

"Dulu saya keliling, gerobaknya naik bentor. Panas, hujan, tetap saya jalani," ujar Husin saat ditemui TribunGorontalo.com di rumahnya, Rabu (9/7/2025).

Namun beberapa tahun lalu, karena kelelahan dan alasan kenyamanan, ia memutuskan berjualan di rumah saja, tepatnya di Jl. Prof. Dr. Aloe Saboe.

Tak disangka, justru strategi ini membawa berkah. Lokasi yang tetap memudahkan pelanggan mencarinya, dan rasa rujaknya yang konsisten lezat, membuat namanya semakin dikenal.

Rahasia di Balik Sambal Kacang yang Melejitkan Nama

Kunci sukses rujak Husin ada di sambal kacangnya. Resep ini merupakan warisan keluarga, yang kemudian ia kembangkan sendiri.

Perpaduan rasa pedas, gurih, manis, dan sedikit asam menciptakan sensasi yang bikin ketagihan.

"Sambal ini yang bikin pelanggan balik lagi. Bukan cuma soal mangga atau buahnya, tapi bumbunya yang beda," jelas Husin.

Kini, setiap hari ia bisa menghabiskan hingga 400 kilogram mangga, melayani ratusan pelanggan dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, ASN, hingga wisatawan luar kota.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved